Gara-Gara Cuaca, Jepang Alami Kenaikan Harga Sayuran

indopos.co.id – Minggu-minggu paling suram dalam hampir 60 tahun telah membayangi pasar-pasar sayuran di ibukota Jepang, Tokyo, yang menyebabkan terjadi kenaikan harga hingga sekitar 70 persen.

Jepang dilanda cuaca berawan dan suhu dingin selama 20 hari terakhir yang mengakibatkan Tokyo hanya menikmati sinar matahari selama tiga jam per hari. Badan Meteorologi Jepang mengumpulkan data sejak tahun 1961 dan mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan yang terendah.

Menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, kurangnya sinar matahari dan suhu rendah telah mempengaruhi pertanian di sebagian besar kepulauan Jepang. Harga mentimun telah melonjak hingga 70 persen, sementara sayuran lain juga dicatat mengalami kenaikan hinga dua digit di pasar grosir pusat Tokyo.

Tetapi tidak semua sayuran merasakan kenaikan harga. Harga bawang merah, lobak putih, dan wortel semuanya turun karena pulau utara Hokkaido, tempat mayoritas tumbuhan itu ditanam, mendapatkan tingkat sinar matahari yang relatif lebih normal.

Penyebab cuaca yang lebih dingin dan hujan adalah anticyclone di Laut Okhotsk, di lepas pantai timur Rusia, yang telah mendorong udara dingin dan lembab ke selatan di seluruh Jepang.

Jepang dilanda musim hujan antara akhir Juni dan awal Juli yang diikuti oleh sekitar dua bulan panas dan kelembaban yang intens. Pola cuaca yang tidak biasa juga mempengaruhi penjualan pakaian musim panas.

Gelombang panas pada bulan Juli tahun lalu menewaskan belasan orang dan menyebabkan ribuan orang dirawat di rumah sakit seluruh Jepang, dimana suhu tertinggi yang pernah dicatat hingga 41.1 derajat Celsius di Saitama, utara Tokyo.

Para atlet dan panitia Olimpiade Tokyo 2020 mengharapkan suhu yang lebih rendah pada musim panas tahun depan, dimana Olimpiade akan berlangsung mulai tanggal 24 Juli hingga 9 Agustus.

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan cuaca berawan masih akan berlangsung selama satu minggu kedepan dan suhu akan kembali normal pada akhir Juli. (fay)

Komentar telah ditutup.