Matthijs de Ligt Disambut bak Dewa Bola

indopos.co.id – Juventus menyatakan siap menginstroduksi atau memperkenalkan kepada public Matthijs de Ligt sebagai pemain anyar pada musim 2019/2020 setelah dinyatakan lolos tes medis. De Ligt tiba di Turin pada Selasa (16/7/2019) malam waktu setempat. Rabu (17/7/2019), kemarin, dia melakukan tes medis di J Medical.

Ketika de Ligt turun dari mobil jeep, bek tangguh Ajax itu mendapat sambutan hangat bak dewa sepak bola dari penggemar Juventus. Penggemar seolah sudah lama mengidolakan de Ligt meskipun Juventus belum meresmikan kedatangan pemain brondong berusia 19 tahun tersebut.

Saat mendarat di Turin dengan jet pribadinya, de Ligt sempat memberikan salam perkenalan kepada fans Juventus lewat video. Video itu kemudian langsung tersebar ke mana-mana, terutama fans Juventus yang selama beberapa pekan terakhir ini antusias menunggu mereka. 

Setelah menjalani tes medis yang dianggap sebagai formalitas, penantian panjang penggemar Si Nyonya Tua akhirnya terjawab sudah ketika klub mengonfirmasi bahwa pemain barunya itu telah lolos tes medis. Menurut laporan Football Italia, De Ligt tinggal menunggu untuk menandatangani kontrak berdurasi selama lima tahun bersama Juventus setelah klub menebus biaya transfer sebesar 75 juta euro (RpRp 1,17 triliun) dari Ajax Amsterdam.

Belum diketahui berapa gaji per pekannya. Namun beredar rumor yang menyatakan jika dia bakal menerima sekira 10 juta euro (Rp 156 miliar per tahun). Kedatangan de Ligt semakin membuat lini belakang Juventus semakin kuat. Di bawah asuhan Maurizio Sarri, dia bakal bermitra dengan Giorgio Chiellini, Joao Cancelo, dan Mattia De Sciglio. Bisa dibayangkan betapa kuatnya lini pertahanan Juventus di musim 2019/2020.

Terlebih Juventus telah menambah amunisi yang berlabel gratisan yakni Aaron Ramsey, Adrien Rabiot, dan Gialuigi Buffon. De Ligt dikenal sebagai bek yang tangguh saat ia membela Ajax. Di musim lalu, klub berjuluk de Godenzonen, hanya kebobolan 32 kali di kompetisi domestik. Di Juventus. Ia akan mengenakan kostum nomor empat.

Postur yang ideal sebagai tipikal bek membuat penyerang mana pun melewati tembok pertahanan Ajax. Salah satu kelebihan de Ligt adalah dia mampu membaca permainan lawan, sehingga tak aneh jika ia menjadi salah satu pemain yang paling disorot di bursa transfer musim panas ini.

Juventus tampaknya menjadi klub yang paling beruntung. Dia malahan memutuskan untuk bergabung dengan Si Nyonya Tua. Sejauh ini, Juventus tercatat sebagai pemain termuda. Ia tercatat sebagai pemain termuda (karena berusia 17 tahun 285 hari) saat tampil di final Liga Europa pada 24 Mei 2017. 

Yang menarik, sebagai pemain belakang, Matthijs de Ligt potensial mendapatkan kartu merah. Akan tetapi, sejauh ini, kepandaiannya membaca pergerakan lawan di jantung pertahanan timnya membuatnya de Ligt belum pernah menerima kartu merah.

Sepanjang karier profesinalnya, De Ligt tak pernah sekalipun mendapatkan kartu merah. Dari 77 penampilannya bersama Ajax dia hanya mengoleksi sembilan kartu kuning. Di luar itu, ia menerima Golden Boy Award pada 2018. De Ligt tercatat sebagai pemain bertahan pertama yang memenangkan penghargaan sejak digelar pada 2003. (koc)

Komentar telah ditutup.