Honor Ribuan RT/RW di Kota Bekasi Nunggak Dua Bulan, Imbas Defisit Anggaran 2019

indopos.co.id – Pemerintah Kota Bekasi mengalami defisit anggaran 2019. Imbas dari defisit anggaran tersebut adalah keterlambatan pembayaran honor bagi ribuan ketua RT/RW di wilayah Bekasi.

Sejak dua bulan, terhitung pada Mei dan Juni, honor kepada ribuan pejabat RT/RW belum dibayarkan. Namun, Pemkot Bekasi berkelit, keterlambatan honor tersebut bukan karena tidak ada anggaran, melainkan karena masih dalam tahap evaluasi.

“Masih kita evaluasi untuk honor bulan Mei dan Juni 2019. Karena kita harus membahas berapa honor yang akan diberikan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman, Rabu (17/7/2019).

Namun, dia menyebut, pemberian honor untuk Januari sampai April sudah diberikan. Menurut dia, keterlambatan untuk dua bulan ini karena masih menunggu ketersediaan anggaran pendapatan daerah. Bukan karena defisit anggaran.

“Dalam evaluasi itu sekaligus mengecek ketersediaan keuangan dahulu,” kelitnya lagi. Dia memastikan, honor tetap akan diberikan sesuai dengan anjuran.

Dimana setiap RT akan diberikan tunjangan intensif Rp1,2 juta perbulan. Sedangkan, dana intensif untuk RW diberikan sebesar Rp1,5 juta perbulan.

“Dana ini sudah tertera dalam pagu anggaran APBD tiap tahunnya,” jelasnya. Sejauh ini, kata Sopandi, penerimaan dana intensif RT dan RW dilakukan dengan cara transfer ke pemilik rekening.

Hal itu bertujuan untuk memudahkan proses transaksi. Pembayaran langsung ke aparat yang bersangkutan. “Jadi transfernya langsung melalui rekening pribadi melalui kas daerah,” ujarnya. Disinggung rencana penghentian insentif RT dan RW, menurutnya permasalahan itu masuk rangkaian tahapan evaluasi.

Dihentikan atau tidaknya tunjangan insentif tersebut akan dibahas dalam penyusunan anggaran perubahan tahun 2020 mendatang. “Nanti baru dieksekusi jika ada perubahan. Tapi sampai sekarang belum, hanya tertunda saja. Untuk kelanjutannya, nanti akan dikaji lebih dalam lagi,” imbuhnya.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Imam Yahdi juga membenarkan, bahwa mengakui beberapa bulan terakhir Pemkot Bekasi belum memberikan insentif kepada ketua RT dan RW. “Jadi kalau kepending ya memang sekarang masih ke-pending. Hanya bulan Maret atau April yang sudah dibayar,” katanya.

Dia menegaskan, pencairan dana insentif ini akan dilakukan, namun masih menunggu ketersediaan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. ”Ya kita melihat keuangannya dulu,” tambahnya.

Terpisah, Andi Firdaus, Sekretaris RW XI, Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih Kota Bekasi, mengatakan, sudah dua bulan honor pengurus RT belum bisa dicairkan. Selama ini, pengurus hanya mengandalkan kas RT untuk membeli kebutuhan dan membiayai kerja bakti.

“Karena kita memiliki iuran anggota. Jadi kita gunakan kas organisasi untuk kepentingan kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Andi menambahkan, selama ini honor yang didapat dari pemerintah daerah sebenarnya sangat membantu. Karena, dengan uang tersebut pengurus bisa menambah kegiatan yang sifatnya positif untuk masyarakat. “Meskipun tidak seberapa nilainya, tapi kalau untuk kepentingan masyarakat sangat membantu,” tandasnya. (dny)

Komentar telah ditutup.