Sidak Narkoba di Lingkungan Pemkab Bekasi, Dua Terindikasi Obat Keras

indopos.co.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bekasi (BNNK) Bekasi mendapati dua pegawai terindikasi mengkonsumsi obat keras. Hal itu terungkap setelah tes urine yang digelar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Rabu (17/7/2019).

“Kita tidak menemukan adanya penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi yang bersangkutan diketahui telah mengkonsumsi obat dengan kadar tertentu atau keras,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi Ali Syahbana, Rabu (17/7/2019).

Ali menambahkan, dalam pelaksanaan tes urine itu ada 70 pegawai eselon II dan III yang ikut serta. Dan hanya dua pegawai yang ketahuan menggunakan obat keras.

Sayangnya, Ali tidak menjelaskan lebih detail terkait identitas dua pegawai tersebut. Dia beralasan, saat diperiksa mereka tidak terindikasi mengarah pada penyalahgunaan narkoba, tetapi sedang menjalani perawatan kesehatan dengan mengonsumsi obat sakit stroke.

Dia mengaku, pelaksanaan urine kali ini memang ditujukan bagi eselon II (setara kepala dinas, Red) maupun III (setara kepala bagian dan camat, Red) demi terciptanya pemimpin di organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersih. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan menggelar tes urine bagi eselon IV (setara kepala seksi dan kepala sub bagian, Red) hingga seluruh staf di wilayah setempat.

“Sesuai perintah Bupati yang meminta seluruh ASN bebas dari narkoba agar dapat melayani masyarakat secara optimal. Tes ini kita lakukan tanpa pemberitahuan kepada mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kedisiplinan Pegawai pada BKPPD Kabupaten Bekasi Syahwono Adjie menambahkan, kegiatan serupa akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh ASN di lingkup pemerintah setempat. Hanya saja, kata dia, untuk waktu pelaksanaannya masih dirahasiakan.

“Kita akan bersihkan narkoba dari lingkungan pegawai. Kalau kita beritahu nanti yang bersangkutan bisa melakukan antisipasi atau menghindar,” terangnya.

Sebenarnya, kata dia, ada beberapa pegawai eselon II dan III yang berhalangan hadir karena berbagai alasan. Ada yang sedang melaksanakan ibadah haji, umrah, dan tengah menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Jawa Barat.

“Kalau full yang ikut bisa lebih dari 70 orang. Tapi mereka yang berhalangan hari ini akan menyusul di tes urine kedua yang digelar mendadak,” imbuhnya. (dny)

Komentar telah ditutup.