Istri Satpam ini Terharu, Almarhum Suami Wariskan Santunan Ratusan Juta Rupiah

indopos.co.id – BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mangga Dua menyerahkan santunan program jaminan sosial ketenagakerjaan ke Sekolah Yayasan Ricci 1, Tamansari, Jakarta Barat. Santunan senilai ratusan juta rupiah itu diserahkan kepada Maria Gorety L. Dhiu, istri sekaligus almarhum Yosep Woi, satpam setempat yang meninggal ketika bertugas.

”Kami turut berduka cita atas kepergian almarhum. Semoga santunan ini bermanfaat untuk keluarga tercinta yang ditinggalkan almarhum,” ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mangga Dua Eny Purwatiningsih di sela penyerahan santuan simbolis, Kamis (18/7/2019). Santunan tersebut terdiri dari klaim JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) Rp 232.666.000, JHT (Jaminan Hari Tua) Rp 16.700.000, dan manfaat JP (Jaminan Pensiun) Rp 341.000/bulan.

Santunan simboli diserahkan Eny kepada Ketua Dewan Pengawas Yayasan Ricci 1 Sinamanto yang kemudian diberikan kepada ahli waris. Turut menyaksikan Wakil Dewan Pengawas Haryanto dan Suster Marian selaku Wakil Dewan Pengurus Yayasan Ricci 1.

Dikatakan, program JKK melindungi peserta dari risiko Kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaannya termasuk pada saat pekerja/peserta berangkat dan pulang ke rumah. Jika terjadi risiko kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaannya, maka pembiayaan di rumah sakit akan dicover sampai sembuh. Tidak ada batasan biaya atau unlimited asalkan sesuai dengan indikasi medis.

Di lain pihak, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Ricci 1 Sinamanto mengakui manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sangat diperlukan untuk tenagakerja. ”Manfaatnya jelas dan nyata tapi sepertinya kami banyak yang tidak tahu. Kami berharap BPJS Ketanagakerjaan bisa memberikan sosilaisasi program di yayasan agar mendapatkan informasi yang lengkap,” cetusnya.

Maria Gorety L. Dhiu terharu menirima santunan yang diwariskan oleh almarhum suaminya Yosep Woi. ”Tentu saja ini sangat bermanfaat bagi kami yang ditinggalkan,” paparnya sembari meneteskan air mata.

Apalagi, almarhum adalah tulang punggung keluarga. Musibah yang menimpa Yosep Woi berawal ketika dia masuk jadwal shift pagi pukul 7.00 dan beraktifitas seperti biasa pada. Dirinya mengeluh tidak enak badan sekitar pukul 16.30 dan beristirahat. Namun keadaannya semakin memburuk. Dia dibawa oleh rekan kerjanya ke klinik terdekat. Karena kurang fasilitas, pasien dirujuk ke RS Sari Asih Ciputat. Sampai di RS Ciputat sekitar pukul 22.00, pasien dinyatakan meninggal pada pukul 00.23 WIB.(dni)

Komentar telah ditutup.