Kasus Penyerangan Novel Ditangani Bareskrim, Aktivis Minta Jangan Seret Jokowi dan Tito

indopos.co.id – Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari) 98 meminta semua pihak mempercayakan Bareskrim Polri dalam menangani kasus penyerangan Novel Baswedan.

Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa mengatakan, karena itu aktivis tersebut mengimbau sejumlah pihak tidak menyeret-nyeret Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito.

“Jangan Presiden dan Kapolri disibukkan dengan kasus Novel. Biarkan pak Jokowi, dapat fokus mengurusi 250 juta rakyat Indonesia,” ujar Willy, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Pihaknya juga menyarankan Novel untuk mundur atau ambil cuti dari penyidik KPK. Hal itu supaya  bisa lebih konsentrasi memecahkan kasus penyerangan terhadap dirinya.

“Kalau masih aktif sebagai penyidik KPK, kemungkinan komunikasi dengan Polri agak sedikit kurang luwes,” jelas Willy.

Polemik kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan akan lebih mudah dibongkar dan dituntaskan jika ada kerja sama yang baik dengan Polri. Dalam arti Novel ikut berperan aktif.

“Tidak hanya berteriak-teriak terus minta keadilan, seperti orang memberi komando dan terus menerus mendorong persoalan ini ke Presiden.” Jelas Willy.

Pentolan Jari 98 ini juga berharap Novel Baswedan terbuka, apa saja yang dia lakukan. Baik saat masih dinas di Bengkulu maupun setelah menjadi penyidik KPK.

Willy juga menegaskan, sangat tidak elok jika kasus Novel Baswedan terus menerus didorong ke Presiden dan Kapolri.

“Intinya begini, Novel itu kan sebelum di KPK juga penyidik Polri. Karenanya jangan terus menerus menyudutkan Polri, tapi juga bantu dong,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.