Kasus Suap Seleksi Jabatan Kemenag, KPK Cegah Keluar Negeri Staf Pribadi Rommy

indopos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah ke luar negeri Amin Nuryadi yang merupakan staf pribadi Romahurmuziy alias Rommy dalam penyidikan kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama  tahun 2018-2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, adapun pencegahan terhadap saksi Amin dilakukan sejak 29 Juni 2019 lalu. KPK melakukan pelarangan itu selama enam bulan karena dibutuhkan keterangannya.

“Kami membutuhkan satu tindakan pelarangan ke luar negeri, karena itu KPK mengirimkan surat ke imigrasi untuk saksi dengan nama Amin Nuryadi, ini stafnya RMY,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Jadi pada saat dipanggil, nilai Febri, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri. Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019. Sebagai penerima, yakni Rommy.

Sedangkan sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Untuk Muafaq sudah dituntut dua tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap sejumlah Rp91,4 juta kepada Rommy dan caleg DPRD Gresik dari PPP Abdul Wahab.

Sedangkan Haris dituntut 3 tahun penjara karena dinilai terbukti memberikan suap kepada Rommy dan Menag Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta. Sementara untuk tersangka Rommy saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK. (ant)

Komentar telah ditutup.