KPK Ajak Anak Muda Pahami Pentingnya Pencegahan Korupsi

indopos.co.id – Ditangkap lagi, masih ada yang belum kapok. Ditangkap lagi. Yah Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seolah tidak ada habisnya. 

Untuk memutus rantai korupsi, KPK kemudian menyasar para anak muda. Yakni memberikan pemahaman pentingnya pencegahan tindak pidana korupsi.

Misalnya, dengan menggelar pelatihan bertajuk Kongkow Hepi dan Seru Bareng JAGA  atau KOPI SENJA. Program itu untuk mengajak anak-anak muda di Kota Semarang memanfaatkan platform JAGA. 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi untuk mendorong pengawasan dan perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Semarang,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam keterangan persnya, Sabtu (20/7/2019). 

Menurutnya, kegiatan pelatihan selama dua hari. Yakni Sabtu dan Minggu, tanggal 20 sampai 21 Juli 2019, yang dibuka oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi bertempat di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dengan peserta terdiri atas perwakilan siswa SMA/SMK, mahasiswa jurusan TI, jurnalis, hingga pegiat jurnalisme warga.

“Agenda hari pertama berupa kegiatan santai bersama siswa dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka tentang pencegahan korupsi pada era digital,” jelas Febri.

Pada sesi tersebut para siswa yang hadir diperkenalkan tentang platform JAGA. Dilanjutkan dengan agenda hari kedua yaitu pelatihan jurnalisme warga yang dilakukan bersama masyarakat dan jurnalis lokal Semarang. 

Sebagai pemateri, KPK juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Arief Budiman yang membawakan materi tentang bagaimana menciptakan konten media sosial yang kreatif.  VP Jenius dengan materi tentang bagaimana menghadapi industri 2.0.  Workshop bagaimana mengeksplorasi sumber data bidang kesehatan dan pendidikan. Serta tips membuat laporan jurnalisme warga.

“Pelatihan ini merupakan aksi kolaborasi upaya pencegahan korupsi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat umum,” jelas Febri.

Melalui kegiatan tersebut, KPK berharap akan muncul local champion di bidang pendidikan dan kesehatan.  Yang memahami dan mampu menggunakan platform JAGA sebagai sarana advokasi juga edukasi kepada masyarakat. 

“Selain itu, diharapkan local champion tersebut dapat berbagi informasi dan data dengan memanfaatkan fitur diskusi pada platform JAGA tentang kualitas pelayanan publik di daerahnya,” beber Febri. 

Dengan hadirnya local champion tersebut diharapkan dapat mendorong upaya perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Semarang. Salah satunya, aplikasi digital tersebut akan membuka ruang berbagi informasi dan data yang mendorong pada transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.

JAGA merupakan sebuah platform yang diinisiasi oleh KPK bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga dalam menyajikan data tentang informasi publik yang dimiliki oleh Kementerian dan Lembaga dalam upaya pencegahan korupsi. Saat ini konten informasi yang tersedia dalam platform tersebut adalah terkait pendidikan, kesehatan dan dana desa. 

JAGA diluncurkan sebagai bentuk baru pencegahan korupsi di masa depan dengan berbasis digital. Sebelum dapat digunakan secara optimal, KPK memandang perlu pemberdayaan kepada target user platform JAGA agar dapat memanfaatkan seluruh data di dalam platform tersebut.

Sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini, JAGA telah mengumpulkan lebih dari 400.000 profil sekolah dan informasi lain bidang Pendidikan; 13.000 profil Rumah Sakit dan Puskesmas; serta 74.000 profil Desa di seluruh Indonesia.

Data tersebut dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Kesehatan; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Dalam Negeri; dan Kementerian Keuangan.

Sebagai bentuk trigger mechanism, lanjut Febri, KPK juga telah menginisiasi serangkaian pertemuan dengan CSO (Civil Society Organization) dari beragam bidang pelayanan publik (pendidikan, kesehatan, desa, dan anggaran) sebagai upaya pengembangan platform JAGA. 

“KPK mendorong komitmen bersama dari perwakilan CSO dan masyarakat untuk dapat mengoptimalkan implementasi penggunaan platform JAGA pada bidang-bidang tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.