Menatap Lembayung Senja dari Gugusan Candi

indopos.co.id – Indonesia memiliki banyak wisata candi. Peninggalan kerajaan Hindu dan Buddha di Tanah Jawa.

Salah satunya adalah Candi Ratu Boko di Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta. Candi Ratu Boko sempat sangat populer di kalangan anak muda, karena menjadi lokasi syuting film “Ada Apa Dengan Cinta” (AADC) 2. 

Situs purbakala yang satu ini, terletak sekitar tiga kilometer dari Candi Prambanan. Dan biasanya dijadikan satu paket tour dengan Candi Prambanan.

Candi tersebut dibangun pada abad ke-8, di masa pemerintahan dinasti Syailendra. Dan diduga kuat, tempat ini dahulu merupakan keraton atau istana raja. Bukan bangunan keagamaan.

Nama Ratu Boko sendiri berasal dari legenda setempat, yang artinya Raja Bangau. Konon katanya, Ratu Boko adalah ayah dari Roro Jonggrang.

Keunggulan Keraton Ratu Boko adalah lokasinya yang ber­ada di ketinggian perbukitan. Tepatnya 196 meter di atas permukaan laut. 

”Di sini kalau sore ramai sekali,” kata Manajer Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Ratu Boko Agus Tri Anggono. Agus menambahkan, wisatawan datang untuk mengabadikan matahari terbenam dan membuat foto-foto pribadi atau prewedding.

Gerbang bekas kerajaan Boko menjadi lokasi favorit menyambut sinar matahari menerpa pada sore hari. Namun begitu ada banyak spot lain seperti di lapangan atau justru di belakang gerbang dengan background tanah lapang.

Disana juga masih terdapat peninggalan arkeologi be­rupa gugusan bangunan candi. Di antaranya, gerbang utama, candi pembakaran, sumur suci, paseban, pendopo, kolam, dan keputren. 

Menurut Agus, air sumur kecil sering diambil untuk upacara ke­agamaan (Hindu) diarak berjalan kaki ke Candi Prambanan berjarak sekitar tiga kilometer. Airnya pun tidak pernah surut. (dew)

Komentar telah ditutup.