Tol JORR II Bikin Kuping Pengang, Pemkot Tangerang Berang

indopos.co.id – Pemerintah Kota Tangerang, Banten meminta kepada pihak pelaksana pembangunan Jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II untuk bertanggung jawab penuh atas dampak kegaduhan yang terjadi, agar proses belajar mengajar di SMPN 21 Kota Tangerang tidak terganggu.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang, Minggu (21/7/2019) menjelaskan, pihaknya bersama Plt. Kepala Bappeda Kota Tangerang Said Endrawiyanto telah hadir dalam Rapat Pembahasan Dampak Pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden RI beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, telah disampaikan mengenai dampak dari pembangunan yang terjadi seperti di SMPN 21 Kota Tangerang. Namun sayangnya dalam pembangunan tersebut, ada dampak yang terjadi seperti di SMPN 21 Kota Tangerang. Pemkot pun menginginkan pihak JORR bertanggung jawab penuh,” katanya.

Progres Pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong yang menjadi bagian dari Jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Tahap II (JORR II) ditargetkan selesai awal tahun 2020. “Ini harus ada langkah cepat dari pihak JORR agar dampak sosial ini bisa selesai secara permanen,” ujarnya.

Senada dengan Wakil Wali Kota Tangerang, Plt. Kepala Bappeda Kota Tangerang Said Endrawiyanto menambahkan bahwa pihak JORR harus menjalankan apa yang tertuang didalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pemkot telah mengetahui jika pihak JORR akan menanam pohon disekitar lokasi sekolah SMPN 21. Namun , upaya itu tak hanya sekadar memasang atau menanam pohon saja, tapi harus sesuai yang dianjurkan AMDAL tersebut.

“Misal pohon bambu yang fungsinya untuk meredam kebisingan, intinya harus sesuai sama dokumen lingkungan,” tambahnya. Dan langkah – langkah tersebut harus segera dilakukan agar murid – murid SMPN 21 Kota Tangerang tidak terganggu,” katanya. (ant)

Komentar telah ditutup.