Uji Coba PLTSa Sumurbatu Terkesan Dipaksakan

indopos.co.id – Meski tiga kali gagal, tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan kembali melakukan uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ada di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Jika jadi, uji coba PLTSa kali ini adalah yang keempat kalinya, dengan tiga kali sebelumnya gagal.

Uji coba pertama dilakukan pada 7 Februari 2019, kedua pada 14 Maret 2019 dan ketiga 4 April 2019. Dari ketiga ujicoba itu, semuanya belum memuaskan.

Hingga akhirnya, pada 23 April 2019 lalu, Pemkot Bekasi memberikan surat teguran pertama kepada PT Nusa Wijaya (NW) Abadi yang jadi mitra mengelola sampah menjadi listrik di TPA Sumurbatu yang merupakan lahan pembuangan sampah warga Kota Bekasi.

”Kita akan kembali uji coba mesin pembangkit listrik tenaga sampah yang akan dilakukan pihak ketiga dalam hal ini PT Nusa Wijaya (NW) Abadi. Setelah tiga kali gagal, kita lihat saja nanti hasilnya,” terang Kabid Persampahan pada Dinas Lingkungan Kota Bekasi, Kiswanti, Minggu (21/7/2019).

Kiswanti menambahkan, untuk uji coba kali ini akan memproduksi listrik dari bahan sampah sebesar 19 megawatt. Penetapan besaran listrik yang dihasilkan ini sudah sesuai dengan nota kesepakatan antara Pemkot Bekasi dengan PT NW Abadi. ”Kesepakatan itu sudah dibuat sejak 2016 lalu,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, pihak pengelola meminta uji coba listrik hanya 9 megawatt. Namun, karena dokumen yang masuk dalam perjanjian awal 19 megawatt, maka usulan itu tidak bisa ditolerir. ”Usulan 9 megawatt belum memiliki pemberkasan dokumen. Jadi tetap 19 megawatt,” ujarnya.

Terkait adanya surat teguran pertama, Kiswanti tidak mau memberikan penjelasan lebih lanjut. Menurut dia, pemda telah memberi kesempatan kepada PT NW Abadi memenuhi perjanjian yang sudah dibuat. ”Pokoknya kita berikan kesempatan lagi,” cetusnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan untuk uji coba keempat ini, mesin pembangkit listrik atau PLTSa sudah berfungsi saat dicoba beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, uji coba kala itu masih belum sempurna lantaran mesin selalu mengeluarkan asap hitam berwarna pekat.

”Kita akan uji coba lagi,” katanya. Jika uji coba sukses, kata Tri juga, pihak pengelola bisa melengkapi dokumen sebelum PLTSa beroperasi. Proses administrasi ini, kata dia juga, tidak termasuk perjanjian harga beli listrik dengan PT PLN (Persero).

Untuk diketahui, PT NW Abadi dan PT PLN telah menyepakati harga listrik 0,13 USD setiap KWh (kilowatt hour). ”Nanti, listrik dari pembakaran sampah akan disambungkan ke sistem PLN. Setelah itu dihitung berapa kapasitas yang bisa dihasilkan untuk kemudian dibayar oleh PT PLN,” tandasnya. (dny)

Komentar telah ditutup.