Gara-Gara Gaya Hidup, SPG Curi Busana Bermerk di Mal

indopos.co.id – Seorang Sales Promotion Girl (SPG) berinisial MR, 22, nekat melakukan pencurian busana bermerk di sebuah stand pameran di Pondok Indah Mal (PIM) II, Jakarta Selatan. Puluhan potong busana diambil dengan santai ketika stand itu sudah tutup pada 9 Juli 2019 malam lalu. Keesokan harinya, pemilik stand terkejut saat sejumlah busana dengan harga satuan antara Rp2 juta-Rp3 juta raib.

Pemilik stand kemudian melaporkannya kepada pihak keamanan mal. Ketika diperiksa melalui rekaman kamera CCTV, diketahui seorang perempuan muda masuk ke dalam stand penjualan dan memasukkan busana-busana ke dalam kantong.

Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polrestro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya, yang menerangkan bahwa diketahui MR terlebih dulu mengamati kondisi sekitar pameran fesyen sebelum melancarkan aksinya. Penjaga stand menutup busana-busana itu dengan semacam terpal plastik, sesaat sebelum jam operasional mal habis.

”Jadi pelaku ini mengintai dan langsung beraksi saat penjaga stand pergi. Kondisi saat itu mal akan tutup, tetapi masih ada aktivitas para pegawai tenant yang hilir mudik hendak pulang,” tegas Kompol Andi Sinjaya di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) siang.

Andi Sinjaya menambahkan, orang-orang tak menaruh curiga terhadap aksi pelaku karena mengira pelaku merupakan karyawan atau pemilik stand busana itu. Usai mendapat laporan, polisi melakukan olah kejadian perkara dan berusaha melacak keberadan pelaku yang wajahnya terekam kamera CCTV.

Pengejaran yang dipimpin Kanit Resmob AKP Benito Harleandra akhirnya membuahkan hasil. Pada 21 Juli 2019, pelaku terdeteksi berada di wilayah Cinere, Depok, Jawa Barat. Polisi pun melakukan penangkapan terhadap MR di sebuah rumah kos. ”Di rumah kos itu kami juga menemukan barang bukti berupa busana yang dia curi. Kami langsung amankan pelaku ke mapolres,” tuturnya.

Pada pemeriksaan petugas, sebelum menjadi SPG, MR diketahui bekerja sebagai karyawan di berbagai tenant busana, salah satunya di Tanah Abang. ”Dari keterangan saksi lain, pelaku ini memang sering bermasalah ketika bekerja di tempat orang. Pernah, saat dia bekerja di sebuah toko busana di Tanah Abang, diam-diam dia menjual barang dagangan bosnya melalui online,” tambah AKP Benito.

MR mengaku melakukan pencurian itu lantaran ingin memiliki busana-busana branded untuk pemenuhan gaya hidupnya. Sebagian busana lainnya, dia jual melalui jejaring sosial. ”Buat dipakai sendiri, pengin baju yang bagus aja,” urai MR seraya tertunduk lesu.

MR mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian itu. Tetapi, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan pelaku.

Pencurian yang dilakukan MR menyebabkan kerugian senilai Rp14 juta. Akibat perbuatannya, MR kini meringkuk di Rumah Tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan. Pelaku diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (ibl)

Komentar telah ditutup.