Taman di Monas Mengering karena Musim Kemarau

indopos.co.id – Selama musim kemarau ini, sejumlah taman di ibu kota mengalami kekeringan. Pengamat perkotaan, Nirwono Joga, mengatakan cara untuk menanggulangi hal ini adalah dengan sistem penyiraman otomatis.

Sehingga langkah tersebut dinilainya sangat baik, mengingat proses pemeliharaan tanaman selama musim kemarau berbeda dengan musim penghujan. Sehingga diperlukan penanganan khusus agar kehijauan taman tetap terjaga. ”Selama musim kemarau ini, sistem pemeliharaan dan perawatan tanaman pada taman harus dilakukan dengan lebih baik, salah satunya menggunakan sistem penyiraman dengan sistem otomatis. Sehingga waktu penyiraman terjaga,” urainya saat dihubungi pada Selasa (23/7/2019) siang.

Nirwono tambahkan, sistem penyiraman otomatis tersebut seperti yang telah diterapkan di sejumlah taman utama seperti Taman Tugu Tani, taman di lingkar Monumen Nasional (Monas) maupun Taman Vertikal Tugu Tani. Hanya saja, sistem pengairan otomatis harus diperiksa kelayakannya.

Sebab, lanjutnya, kerusakan sistem pengairan otomatis dipastikannya dapat mempengaruhi kondisi taman, seperti halnya pada Taman Vertikal Tugu Tani yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh seragam. ”Kalau (sistem penyiraman otomatis) tidak diperiksa berkala, tanaman justru rusak dan mati,” saran dia.

Sedangkan, pada taman yang memiliki bidang yang luas seperti taman di area kompleks Monas, Dinas Kehutanan DKI Jakarta maupun Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas dapat bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk penyediaan air. Langkah tersebut guna mengantisipasi kekeringan yang mungkin terjadi.

Sementara, konsep penataan pedesterian bertema ‘Wajah Baru Jakarta’ yang diusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada 2019. Tak terkecuali penataan taman menjadi bagian dari dekorasi tampilan area pedesterian baru ke depannya.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Fajar. Diutarakannya, pihaknya kini tengah mematangkan penataan taman, termasuk taman vertikal layaknya Taman Vertikal Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat saat ini.

Taman gantung tersebut, akan ditempatkan di sejumlah titik trotoar baru yang meliputi, Kawasan Cikini di Menteng dan Jalan Kramat di Senen, Jakarta Pusat. Selain itu, Kawasan Kemang, Jakarta Selatan yang seluruhnya kini dalam proses pembangunan.

Oleh karena itu, Taman Vertikal Tugu Tani katanya akan diubah sesuai dengan tema ‘Wajah Baru Jakarta’. Sehingga desain Taman Vertikal Tugu Tani akan seragam dengan taman vertikal lainnya.

”Ada rencana (penataan), kami sedang desain untuk Wajah Baru Jakarta. Tapi sementara kami lagi konsen untuk persiapan 17 Agustusan (HUT Kemerdekaan) dekoratif gelar bunga,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

Terpaut kondisi sejumlah taman yang kering selama musim kemarau, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menyiram tanaman secara manual. Terlebih menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan jatuh pada bulan Agustus 2019 mendatang.

”Upaya kita dalam menghadapi musim kemarau kita menjaga kondisi springkler (penyiram otomatis) dan kita siram dengan mobil tangki. Apabila taman tidak ada springkler, kita siram manual menggunakan mesin alkon atau selang air yang ada keran di taman-taman,” sambungnya.

Proses penyiraman dilakukan dengan frekuensi penyiraman sebanyak dua kali sehari, yakni pada pukul 08.00 WIB dan pukul 14.30 WIB. Air tersebut diambil dari sejumlah saluran air penghubung yang ada di sejumlah titik ibu kota.

”Sampai sekarang air masih cukup, kita belum ada kerja sama dengan Dinas SDA. Tetapi kalau dibutuhkan kita akan kolaborasi untuk menjaga kehijauan taman,” tutupnya. (ibl)

Komentar telah ditutup.