Kali Bekasi Mengering, Pipa Limbah Bermunculan

indopos.co.id – Kekeringan yang melanda Kali Bekasi setelah beberapa bulan dilanda kemarau berkepanjangan, membawa berkah. Pasalnya, sejumlah saluran pipa limbah industri ilegal diketemukan di dasar maupun di bantaran sungai tersebut.

”Kami temukan sekitar 20 sambungan pipa industri yang sengaja membuang limbahnya ke aliran Kali Bekasi. Itu baru kami ketahui setelah kondisi air Kali Bekasi menyusut dampak kekeringan,” terang Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas, (KP2C) Puarman, Senin (12/8/2019).

Dia menambahkan, pencemaran limbah di Kali Bekasi sudah terjadi di Jembatan Narogong, perbatasan Bekasi-Bogor. Di aliran ini, kondisi air Kali Bekasi sudah menghitam dan berbau. ”Dari Jembatan Kuda sampai Jembatan Narogong, sepanjang 6 kilometer banyak pipa industri yang dialirkan ke Sungai Cikeas. Begitu juga di Kali Bekasi,” katanya.

Imbasnya, kata dia, Kali Bekasi yang jadi hilir Sungai Cikeas tercemar. Menurutnya juga, penempatan pipa di aliran sungai itu dengan beragam cara. Ada yang langsung dipendam beberapa meter di bawah sungai, ada juga yang digantung di bantaran sungai. ”Pencemaran di Bogor. Kali Bekasi terkena dampaknya,” jelasnya juga.

Puarman memaparkanm seluruh pipa pembuangan limbah industri itu diketahui ketika debit Kali Bekasi mengering. Akan tetapi ketika debit air besar, pipa milik industri itu ikut terendam air. ”Kalau sudah kecil airnya pasti pipa itu kelihatan secara jelas dari permukaan,” katanya.

Sejauh ini kata Puarman, kondisi hulu Kali Bekasi belum turun hujan. Sehingga, kondisi air sungai mulai susut. Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut sampai Oktober mendatang. ”Menurut BMKG Bogor, cuaca kering atau tanpa hujan ini akan terus berlanjut sampai Oktober,” jelasnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menindak seluruh perusahaan yang dengan sengaja membuang limbahnya secara langsung ke sungai. Karena bilamana dibiarkan berdampak pencemaran di Sungai Cikeas dan Kali Bekasi.

Apalagi, air Kali Bekasi sebagian digunakan untuk bahan baku air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot. Sementara itu, Kasubag Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya mengatakan terjadi penurunan produksi air bersih akibat Kali Bekasi mongering.

Biasanya produksi air bersih mencapai 500 liter perdetik namun saat ini relatif menurun. Produksi air tersebut untuk disalurkan pada 31 ribu pelanggan. ”Normalnya, produksi air baku 490-500 liter per detik, menurun menjadi 420 liter per detik,” katanya, Senin (12/8/2019).

Uci menjelaskan, penurunan produksi air bersih disebabkan karena menurunnya kualitas air baku‎ di Kali Bekasi. Selain karena debit Kali Bekasi yang menurun drastis juga karena pencemaran limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). ”Penurunan air baku terjadi pada pertengahan Juli ini, dampak musim kemarau dan pencemaran limbah berat,” tandasnya. (dny)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.