Muncul Wacana Full Day untuk Sistem Ganjil Genap

indopos.co.id – Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instan) Deddy Herlambang menyarankan Pemprov DKI Jakarta agar menerapkan kebijakan ganjil genap secara ‘full day’ atau sehari penuh. “Kalau pemerintah itu memang serius untuk mengurangi macet dan menekan polusi udara, maka seharusnya ya ‘full day’ seperti saat Asian Games,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Berkaca pada penyelenggaraan Asian Games, sambung dia, udara dan arus lalu lintas di ibu kota terasa cukup baik dengan adanya penerapan ganjil genap dari pagi hingga pukul 20.00 WIB. “Saat Asian Games, langitnya (Jakarta) cerah, publik menggunakan angkutan umum, serta naik taksi pun yang biasanya satu jam hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit,” kata Deddy.

Kebijakan tersebut, menurut dia, harus diterapkan kembali oleh Pemprov DKI Jakarta jika serius ingin mengurai kemacetan dan menangani persoalan polusi udara. Kini, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan penerapan ganjil genap setiap Senin-Jumat. Terbagi atas dua shift waktu, yaitu pagi dan sore.

Untuk pagi hari, dimulai pukul 06.00-10.00 WIB. Sedankan sore hari, pukul 16.00-21.00 WIB. Ia berpendapat, masyarakat tetap bisa menggunakan jalan raya pada rentang waktu pukul 10.00-16.00 WIB. Sehingga kemacetan dan polutan akan tetap terjadi.

Secara umum, ia menilai penerapan kebijakan ganjil genap memang dapat menekan kemacetan. Namun, tidak memberikan jaminan penuh terhadap persoalan polutan jika pelaksanaannya kurang maksimal. “Jadi kesimpulannya masyarakat akan memilih jam atau ruas jalan tertentu yang tidak terkena ganjil genap sehingga masalah polusi udara dan kemacetan tidak ada pengurangan,” ujar dia. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.