Kembangkan Ilmu Biomedik Guna Penelitian Penyakit Talasemia

indopos.co.id – Prodia dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berkerjsama dalam bidang penelitian dan pendidikan. Kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan pengembangan ilmu biomedik dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dengan didukung peralatan teknologi yang mutahir.

“Karena disini pusat penelitian yang sangat lengkap dengan dilengkapi laboratorium kesehatan yang paling mutahir,” ungkap Direktur Utama Prodia Widyahusada Dr. Dewi Muliaty, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Ia juga mengungkapkan, dalam waktu jangka pendek ini, pihaknya dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman akan fokus melakukan rujukan pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan kelainan sel darah merah, kelainan membran sel darah merah, kelainan kromosom, dan kelainan genetik lainnya. “Untuk jangka pendeknya sendiri. Kita akan melanjutkan rujukan pemeriksaan Talasemia,” terangnya.

Perlu diketahui, Talasemia sendiri, ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Talasemia juga merupakan penyakit langka dan kurang dari 150 ribu kasus per tahun di Indonesia. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan diagnosis medis.

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dr., Ph.D., SpMK(K) menyampaikan, pihaknya akan selalu memberikan hasil penelitian yang terbaik dan jika dijadikan produk agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. “Kami harap hasil penelitian nantinya akan bisa dinikmati oleh pasien dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Prof. Amin juga menilai, penelitian terkait Talasemia nantinya dapat diaplikasikan dan penelitian akan dilakukan melalui cara-cara yang diakui di dunia Internasional. “Kami harap teknologi yang kita kembangkan bersama ini menyaingi yang di luar negeri. Salah satunya yang berobat di luar negeri,” tandasnya. (bar)

Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.