Peraih IIA VIII-2019, Bertransformasi Hadapi Era Digitalisasi

indopos.co.id – Digitalisasi industri asuransi semakin berkembang. Hal ini membuat banyak perusahaan harus dapat bersaing dengan berbagai cara yang efektif untuk mencapai daya saing yang strategis dan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Salah satu yang tidak luput dari dunia persaingan adalah industri asuransi yang kini tengah marak di Indonesia.

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai asuransi menjadikan kendala tersendiri dalam dunia perasuransian, hal ini terjadi akan keinginanan masyarakat dalam membeli produk asuransi masih rendah yang disebabkan oleh kurangnya minat konsumen untuk berasuransi. Oleh karenannya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asuransi untuk lebih memperkenalkan produk asuransi kepada masyarakat dengan memberikan informasi yang luas serta manfaat-manfaat dan didukung pula oleh transformasi perusahaan ini menghadapi era digitalisasi.

Meskipun demikian masih ada perusahaan yang tetap konsisten menunjukkna kinerja terbaikknya dari tahun-ketahun dengan terus tumbuh positif sehingga mampu menorehkan prestasi. Hal ini lah yang kembali mendorong terselenggaranya Indonesia Insurance Award-VIII-2019.

Memasuki tahun penyelenggaraan penghargaan ke kedepan, majalah Economic Review dengan menggandeng juri-juri berkompenten menyelenggarakan Workshop & Award Indonesia Insurance Award-VIII-2019, yang kali ini terselenggara dengan bertemakan “Challenges on Digital Transformation in Indonesia Insurance Industry”. Berlangsung pada Jum’at (23/8/2019) pukul 14.00 – 16.30 WIB dan berlokasi di Mawar Ballroom Lt. 2, Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subroto kav 37, Jakarta 12950.

Hadir dalam penyelenggaraan anugerah Indonesia Insurance Award-VIII-2019, di antaranya Rektor Perbanas Institute -Prof. Dr. Hermanto Siregar, M. Ec, Executive Director IPMI International Business School- Prof.Ir.M.Aman Wirakartakusumah,MSc,PhD serta para pemimpin perusahaan asuransi berserta jajaran manajemen lainya.

”Saat ini para pemimpin perusahaan asuransi harus inovatif dan berpengalaman dalam mentransformasi bisnis tradisional menjadi modern melalui digital, agar mampu menjawab kebutuhan nasabah kedepannya. Seperti kita ketahui, pemanfaatan teknologi informasi di industri asuransi sebetulnya sudah banyak dilakukan oleh perusahaan asuransi lainnya, namun hampir semuanya adalah perusahaan asing. Oleh karenanya pemanfaatan teknologi digital pada perusahaan nasional sudah tepat dalam rangka menembus pasar dari kalangan masa kini atau milenial,” papar Pendiri Economic Review Hj.Irlisa Rachmadiana, SSn, MM.

Baca Juga :

Dikatakan, setiap era teknologi memiliki tantangan tersendiri. Banyak yang menganggap revolusi Industri 4.0 ini menimbulkan banyak kekacauan. Sebenarnya, hal tersebut tidak akan terjadi jika mereka peka terhadap perubahan. Inilah tantangannya. Setiap bisnis harus peka terhadap perkembangan teknologi. Jika tidak, maka mereka tidak akan mampu untuk bertahan.

”Tantangan terberatnya ada pada sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia mau tidak mau harus ditingkatkan. Mereka harus melek teknologi. Mereka tidak boleh menjadi objek dari teknologi internet melainkan pelaku yang mengendalikan internet,” papar Irlisa dalam keynote speechnya.

Terkait penilaian IIA VIII-2019, Ketua Dewan Juri Dr.Herris B Simandjuntak, SE, MM mengatakan penganugerahan terbagi sesuai dengan pengelompokan perusahaan insurance berdasarkan : aset perusahaan , jenis asuransi (jiwa, umum, reasuransi) dan kepemilikan saham perusahaan ( pemerintah, BUMN, anak perusahaan BUMN, BUMD, swasta).

Secara umum dewan juri menilai kinerja perusahaan asuransi tahun ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Meski belum terlalu signifikan, hal ini kemungkinan karena dampak dari situasi global yang sampai dengan saat ini masih belum kondusif. ”Meskipun demikina dewan juri telah berkerjakeras menentukan seluruh nominator peraih Indonesia Insurance Award VIII- 2019 dengan telah diseleksi berdasarkan penilaian kinerja keuangan perusahaan 2018, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber, data yang dipublikasi,” papar Herris B. Simandjuntak.

Ia menambahkan, ada hal poin penting yang harus dilakukan oleh perusahaan asuransi kedepan yakni menerapkan strategi korporasi dan bisnis yang tepat. Hal ini dapat dilakukan setelah perushaan melakukan analisis lingkungan (eksternal dan internal) yang akurat.

”Penerapan strategi tersebut harus pula diiimplementasikan dengan menerapkan GRC (Governance, Risk & Compliance) secara konsisten. Itulah yang juga saya tekan kan kepada seluruh peraih IIA VIII-2019 agar terus meningkatkan kinerjanya serta menerapkan GRC ( Governance,  Risk & Compliance) dengan konsisten,” tutup Herris.

Keputusan juri IIA VIII-2019 bersifat profesional, independen, obyektif, sesuai kepakaran, keahlian, pengalaman juri. Tidak ada dikaitkan dengan naik turunnya harga saham perusahaan. Keputusan juri ini pun tidak dapat dikaitkan jika terjadi dengan kasus perdata, pidana apabila ada kejadian dari perusahaan yang bersangkutan.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.