Polusi Udara Jakarta, Menristekdikti Gagas Beralih ke Kendaraan Listrik

indopos.co.id – Inovasi teknologi harus mengarah pada green economy. Salah satunya di bidang transportasi darat, karena polusi udara sudah mencemari lingkungan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Mohamad Nasir saat membuka serangkaian kegiatan ilmiah peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Bali, Senin (26/8/2019).

Nasir mencontohkan, polusi udara yang terjadi di antaranya di Jakarta. Tingkat polutannya hingga 0,3 mikron.”Ke depan inovasi teknologi harus bisa mengarah ke kendaraan listrik,” katanya. Dia menyebutkan, beberapa produk inovasi sudah menjawab tantangan green economy. Salah satunya produk motor listrik Gesits yang dibuat oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

”Saat ini, alhamdulillah kita sudah produksi kendaraan listrik. Ini diinisiasi oleh peneliti dari ITS dan ITB. Kini sudah diproduksi 50 ribu per tahun,” bebernya. Lebih jauh Nasir menuturkan, ke depan pengembangan inovasi teknologi akan diprioritaskna pada sepuluh bidang. Yakni bidang pangan, kesehatan, informasi dan teknologi, transportasi.

Kemudian bidang nano teknologi, pertahanan, energi dan renewable, kemaritiman, kebencanaan dan bidang sosial, humaniora dan pendidikan. “Kita harus melakukan loncatan untuk meningkatkan daya saing,” tegasnya.(nas/mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.