Konflik internal Golkar Semakin Tajam, Nama Bamsoet Tak Masuk Daftar Pimpinan DPR

 

indopos.co.id – Partai Golkar menyebut beberapa nama yang bakal duduk sebagai pimpinan DPR periode mendatang. Namun, nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) tidak ada di dalamnya. Konflik internal pun semakin tajam.

Baca Juga :

Kode Etik MPR Akan Dimutakhirkan

———————–

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menyebut, beberapa nama calon kuat Wakil Ketua DPR RI dari partainya. Nama-nama tersebut di antaranya adalah Zainuddin Amali, Melchias Markus Mekeng, Agun Gunandjar Sudarsa hingga Azis Syamsuddin.

“Kita tahu ada senior-senior Golkar Mekeng, Agun Gunandjar, ada Pak Zainuddin Amali, kemudian ada siapa Pak Azis Syamsuddin itu banyak calon kita. Kita lihat nanti peran apa yang mau diberikan, yang penting kita sudah siap,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/8).

Meski begitu, Lodewijk menegaskan, pembicaraan soal pimpinan DPR RI masih cair. Dia hanya menyebut bahwa partai berlambang pohon beringin itu memiliki kader-kader terbaik.

Baca Juga :

Bamsoet Diminta Mundur dari Ketua MPR

“Banyak, kita masih cair. Tentunya kita cari kader-kader terbaik ya. Kita tahu PDIP kira-kira siapa yang bisa mengawal mem-back up teman-teman yang lain sehingga team work ini bisa berjalan bagus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Lodewijk membeberkan soal siapa pihak yang menggembok kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat. Menurutnya, pelaku buka anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Sebab, saat itu Ketua Umum AMPG sedang berada di dalam kantor DPP.

“Ya, orang dari luar ngunci kira-kira gimana, kalau kita bilang bukan AMPG saya berada di dalam. Ketua AMPG ada di dalam, nah kira-kira siapa?,” imbuhnya.

Lodewijk juga menyoroti aksi demo untuk menuntut digelarnya rapat pleno beberapa waktu lalu. Padahal, sejumlah kader telah mendesak menggelar pleno, termasuk dewan pembina yang telah berkirim surat untuk segera dilakukan pleno.

Dia pun menegaskan, partainya memiliki mekanisme sebelum menggelar rapat pleno. Mekanisme itu harus dilewati terlebih dahulu. “Sebelum munas kita ada rapimnas, sebelum rapimnas kita ada rakornas, sebelum Rakornas kita ada rapat pleno, sebelum pleno kita ada rapat harian, sebelum rapat harian ada rapat Bappilu,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan, saat ini Golkar tengah menunggu laporan soal pelaksanaan pemilu. Kemudian baru bisa dilanjutkan ke tahap lain sampai menuju pleno.

“Selanjutnya juga karena kita kemarin juga pemilu dan ada pilkada, Bappilu juga yang harus membuat laporan. Kita tunggu ya dari sekarang kan belum ada penetapan dari KPU tentang hasil Pemilu 2019 ya,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum AMPG Nofel Saleh Hilabi menjelaskan, pihaknyalah yang menggembok kantor DPP Golkar.

Menurut Nofel, kejadian tersebut bermula dari dilarangnya dia bersama kader AMPG lainnya masuk ketika datang ke kantor DPP Golkar, tiga hari sebelum penggembokan dilakukan. Kedatangannya itu adalah untuk meninjau kantor DPP yang dilempar bom molotov dan informasi adanya oknum mengatasnamakan AMPG serta Partai Golkar.

“Makanya saya datang sekaligus tanya surat yang kami kirim untuk menanyakan pleno. Itu hak kami untuk menanyakan sebagai pleno. Sampai di sana, kami dihadang kepolisian, katanya tidak boleh masuk takut ada bentrokan,” ujar Nofel melalui sambungan telepon, Senin (26/8).

Nofel mempertanyakan, mengapa polisi harus takut terjadi bentrokan di sana. Setelah itu, Nofel memperoleh informasi bahwa di dalam Kantor DPP Golkar ada oknum yang mengatasnamakan AMPG. Oleh sebab itu, Nofel dan kawan-kawan ngotot tetap ingin masuk ke dalam.

“Karena kami tidak diberi masuk, maka kami menanyakan ke DPP. Protes. Kok tidak boleh masuk? Sedangkan kami kader dan simpatisan, pengurus, pleno,” kata dia.

Bersama kader lainnya, Nofel berinisiatif menginap di depan Kantor DPP Golkar selama tiga hari. Namun, hingga saat itu pun, pihaknya tetap tidak dibiarkan masuk. “Kader-kader dibiarkan tidur di pinggir jalan. Ini sesuatu yang memalukan, keji dan kejam,” ujar dia. (aen)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.