BPJS Ketenagakerjaan Bangun Ikatan Batin dengan Perusahaan Baru

indopos.co.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek mengumpulkan perusahan-perusahaan peserta baru program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Gedung Menara Jamsostek, Jakarta (27/8/2019). Maksud kegiatan tersebut untuk mengedukasi mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

”Agar ada chemistery (ikatan batin) antara badan penyelenggara dengan perusahaan-perusahaan peserta. Kita akan mendengar secara langsung keluhan mereka. Harapannya semua teredukasi. Kalau punya keluhan mereka tidak sungkan-sungkan menyampaikan kepada kami,” ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek Agoes Masrawi, (27/8/2019). Turut hadir di acara tersebut, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Achmad Hafiz.

Menurut Awi, panggilan akrab Agoes Masrawi, peserta yang hadir adalah para manager perusahaan-perusahaan baru. Di antara perusahaan itu banyak juga perusahaan start up. Awi mengatakan, sekarang manfaat BPJS Ketenagakerjaan sudah begitu dahsyat. Misalnya manfaat penjaminan tanpa batas alias unlimited dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

”Maka mereka tidak perlu ragu dengan program ini. Sekarang tidak bisa lagi ada PDS (perusahaan daftar sebagian/pelanggaran). Kalau memang ada bisa jadi karena mereka tidak mengerti,” ujar Awi. Kalau sudah mengerti manfaatnya, tidak mungkin mereka tidak patuh. ”Kita juga sengaja mengundang tiga narasumber dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Sudin Nakertrans Jakarta Selatan, dan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Jakarta 3,” cetus Awi.

Tiga lembaga ini penting untuk mengawal regulasi tentang jaminan sosial ketenagakerjaan. Peserta harus tahu tidak bisa main-main dengan program jaminan sosial. Karena, ada instrumen negara yang siap bertindak. ”Kewajiban kami untuk memberi tahu bahwa jaminan sosial itu ada aturan perundangannya. Sehingga jika ada perusahaan yang main-main akan berurusan dengan kejaksaan, KPKNL, dan petugas naker,” papar Awi.

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.