Penyerang Polisi di Pati Orang Gila

indopos.co.id – Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menegaskan bahwa penyerangan terhadap anggota Polsek Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jateng, oleh warga sekitar bukanlah serangan teror yang terkait jaringan tertentu. Penyerangnya adalah warga yang diduga mengalami gangguan jiwa.

“Dugaan tersangka mengalami gangguan jiwa diperkuat dengan surat keterangan dari dokter tahun 2014 yang menyebutkan bahwa pelaku menderita gangguan jiwa,” ujarnya didampingi Bupati Pati Haryanto dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi ditemui di sela-sela kunjungannya ke Kantor Polsek Tlogowungu, Kabupaten Pati, Selasa (27/8/2019).

Baca Juga :

Tambang Longsor, 11 Pekerja Tewas

Selain itu, kata dia, kepala desa, orang tua serta modin dari Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, juga membenarkan bahwa yang bersangkutan sejak 2013 mengalami tanda-tanda gangguan jiwa. Gangguan jiwa tersebut, lanjut dia, semakin menjadi setelah berpisah dengan istri dan 2014 juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Semarang.

“Ketika kambuh, melakukan penyerangan dan penyerangan kali ini bukan pertama kali karena sebelumnya kepala desa dan modin juga diserang,” ujarnya. Sebelumnya, kata dia, pelaku memang pernah bekerja ke Papua dan Jambi sebelum akhirnya menikah dan memiliki anak.

Baca Juga :

Untuk memastikan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, katanya, tim dokter juga akan melakukan pemeriksaan secara medis. Sementara Polres bersama Pemkab Kudus akan mengirim ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pengobatan. Ia menegaskan bahwa kasus serangan tersebut bukanlah serangan teror dan belum menemukan jaringannya.

Demikian halnya, kata dia, serangan tersebut juga tidak ada kaitannya dengan serangan terhadap seorang petugas Polsek Wonokromo, Jawa Timur, mengingat surat keterangan mengalami gangguan jiwa dikeluarkan dokter pada tahun 2014.

Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.