Dua Tersangka Kasus Suap di Kejati DKI Jakarta Segera Disidang

indopos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap dua tersangka kasus suap terkait perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dua tersangka tersebut, yakni Alfin Suherman (AFS) seorang pengacara, Sendy Perico (SPE) dari pihak swasta. Keduanya merupakan pemberi suap dalam kasus tersebut.

”Hari ini (kemarin, Red) dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka tindak pidana korupsi suap terkait perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ke penuntutan tahap dua,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Baca Juga :

Rencana sidang terhadap keduanya akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 32 saksi dari berbagai unsur,” ucap Febri.

Unsur saksi terdiri dari Hakim Ketua pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kasie Orharda pada Kejati DKI Jakarta, Jaksa pada Kejati Bali, Hakim Anggota, advokat, wiraswasta, swasta, dan ibu rumah tangga. Untuk diketahui, KPK juga telah menetapkan mantan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto (AGW) sebagai tersangka penerima suap.

Baca Juga :

Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa tersangka Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp11 miliar. Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alfin telah menyiapkan uang untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Uang ini diduga ditujukan untuk memperberat tuntutan kepada pihak yang menipunya.
Saat proses persidangan tengah berlangsung, Sendy dan pihak yang ia tuntut memutuskan untuk berdamai. Setelah proses perdamaian rampung, pada 22 Mei 2019, pihak yang ia tuntut meminta kepada Sendy agar tuntutannya hanya satu tahun.

Baca Juga :

Alfin kemudian melakukan pendekatan kepada Jaksa Penuntut Umum melalui seorang perantara. Sang perantara kemudian menginformasikan kepada Alfin bahwa rencana tuntutannya adalah selama dua tahun. Alfin diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun.

Selanjutnya, Alfin menemui Yadi Herdianto selaku Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta di kompleks perbelanjaan yang sama, untuk menyerahkan kantong kresek berwarna hitam yang diduga berisi uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian. Setelah diduga menerima uang, Yadi menuju Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menggunakan taksi. Dari Yadi, uang diduga diberikan kepada Agus Winoto sebagai Aspidum Kejati DKI yang memiliki kewenangan untuk menyetujui rencana penuntutan dalam kasus ini. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.