YMIK Terima Izin Pendirian Universitas Siber Pertama di Indonesia

indopos.co.id – Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) menerima izin prinsip pendirian Universitas Siber Asia dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof.  Mohamad Nasir, Ph.D., Ak, dalam acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 24 di Sanur, Bali, Senin (26/8/2019). Unsiber merupakan universitas swasta berbasis full online learning pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi dari pemerintah.

”Alhamdulillah, terimakasih kami ucapkan kepada  Bapak Menristek Dikti beserta jajarannya, yang telah memberikan lisensi ini kepada kami untuk pendirian Universitas Siber Asia. Ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan untuk mewujudkan misi memberikan akses pendidikan tinggi yang merata dan terjangkau kepada generasi bangsa,” ungkap Ketua Pengurus YMIK, Dr. Ramlan Siregar, M.Si, dalam sambutannya. Pendirian Universitas Siber Asia mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Indonesia serta menegaskan komitmen YMIK sebagai pionir perubahan dalam bidang pendidikan.

Baca Juga :

Universitas Siber Asia akan menjalankan tiga strategi utama, yaitu meningkatkan kuantitas, memberikan fitur-fitur pengajaran yang sesuai dengan masa depan era revolusi industri 4.0 dan menghadirkan pengajaran dengan kualitas dunia (world class learning). Saat ini, kata Ramlan, Angka Partisipasi Kasar (APK) di Indonesia baru mencapai 34 persen. \

Artinya,  jumlah penduduk  usia 19-23 tahun  yang berkesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, hanya 34 persen. Sementara, APK negara tetangga seperti Malaysia mencapai 51 persen, Singapura telah mencapai 82 persen, dan Korea Selatan telah hampir mencapai 96 persen. Universitas berbasis pengajaran online ini merupakan jawaban untuk mengatasi bonus demografi pada 2030  2040, ketika jumlah penduduk usia produktif yaitu berkisar 15  64 tahun lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif.

Baca Juga :

Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan salah satunya melalui pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu solusi untuk memaksimalkan manfaat dari bonus demografi tersebut. Universitas Siber Asia diharapkan dapat mendorong peningkatan APK di Indonesia.

Pendidikan berbasis full online learning dan full learning management system ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dan menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0, memberikan efisiensi dalam layanan pendidikan tinggi dalam skala tidak terbatas bagi penduduk Indonesia tidak saja di perkotaan namun juga daerah terpencil yang memiliki akses internet. Bahkan dengan biaya pendidikan yang terjangkau, dapat membantu para pekerja dengan penghasilan rendah untuk tetap dapat mengakses pendidikan tinggi.

Baca Juga :

Nantinya, sistem pembelajaran Universitas Siber Asia memanfaatkan jaringan internet secara terbuka dan masif melalui program Massive Open Online Course akan menghadirkan fitur-fitur pembelajaran berorientasi masa depan untuk mempersiapkan lulusannya menghadapi era revolusi industri 4.0.

Universitas Siber Asia juga akan menjaga kualitas dengan membawa pembelajaran kelas dunia yang salah satunya dilakukan dengan membawa para pengajar terbaik dari berbagai negara seperti Amerika, Korea dan juga Indonesia. Didukung dengan insfrastruktur dan teknologi dari Korea, serta pengajar yang kompeten di bidangnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Universitas Siber Asia ditargetkan akan mulai menerima mahasiswa baru tahun depan melalui lima program studi yang akan dibuka yaitu Manajemen Kontemporer dan e-commerce, Akuntansi dan Perpajakan, Sistem Informasi,  Informatika, Penyiaran dan Komunikasi Digital.

Untuk menyiapkan universitas Siber Asia, YMIK  didampingi oleh pakar yang telah berpengalaman dalam memimpin universitas siber di Korea Selatan, yaitu Prof. Dr. Jan Youn Cho, MPA., CPA. Profesor Cho yang selama 10 tahun di Amerika Serikat ini merupakan mantan Vice President  of  Hankuk University.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.