Terkait Karhutla, KLHK Menang Gugatan Perdata

indopos.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengejar perusahaan yang sengaja ataupun lalai sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal itu dilakukan sebagai bentuk efek jera.
Kini, KLHK mengklaim telah memenangkan gugatan perdata terhadap 9 perusahaan besar yang beroperasi disejumlah provinsi. Dengan total jumlah gugatan sekitar Rp 3,15 triliun.
“Sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) gugatan perdata kita. Dimulai dari PN (Pengadilan Negeri), banding, kasasi di MA. Ini sudah melewati proses kasasi. Ada 9 perusahaan. 17 perusahaan lainnya masih berproses. Kami akan tetap konsisten melakukan penegakan hukum,” ujar Dirjen Penegakan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani di Media Center KLHK, Kamis (29/8/2019).
Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah menyidik terhadap tiga perusahaan terkait dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan. Yakni, PT SKM, ABP dan AER yang berada di Kalimantan Barat. Termasuk satu orang tersangka (UB) terkait kebakaran hutan dan lahan, di Kalimantan Barat. “Untuk yang perorangan ini kami masih kembangkan penyidikan. Apakah ada yang menyuruh atau siapa yang memerintahkan tersangka tersebut,” ungkap Sani.
Dia mengatakan, telah melayangkan surat peringatan kepada 210 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan. “Kami langsung kirim surat peringatan ke perusahaan untuk melakukan penanggulangan atau pencegahan kebakaran,” tutur Sani.
Pada Agustus 2019, sambung Sani, telah menyegel 28 perusahaan pemegang konsesi. Adapun luas lahan yang terbakar tersebut sekitar 4.490 hektar. Tersebar di lima provinsi. “Yakni di Riau, Jambi, Kalbar, Sumsel dan Kalteng,” beber dia.
Sementara itu, Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan menambahkan, penyebab kebakaran hutan dan lahan sudah diketahui. “Dari 2015 sudah banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Sampai demikian seriusnya, petugas kami, Manggala Agni, di Jambi, sedang tugas sampai ada yang meninggal. Juga ada yang kakinya terpaksa diamputasi saat bertugas di Kalbar,” kata dia.
Raffles menambahkan, untuk memadamkan api puluhan ribu personel gabungan dikerahkan. “Ada sekitar  23 ribu petugas gabungan memadamkan api. Instruksi bapak Presiden, pencegahan masih menjadi prioritas. Penataan gambut, Pemadaman segera dilakukan kalau terjadi kebakaran. Sebab kalau sudah besar, sulit. Selain itu sebanyak 1.461 desa kita patroli yang rawan kebakaran Kita amati hotspot berkembang ke desa. Kita juga lakukan upaya persuasi,” pungkas dia. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.