Aktivitas Masyarakat Jayapura Mencekam dan Lumpuh

indopos.co.id Aksi demonstrasi yang digelar Kamis (29/8/2019) membuat situasi kota Jayapura, Papua dan sekitarnya mencekam, serta  lumpuh. Sejumlah pertokoan dan perkantoran sejak pukul 12.30 WIT tampak ditutup, termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura. Di beberapa lokasi terlihat massa berkelompok dan melakukan orasi seperti di Jalan Irian yang berada di pusat kota. Sementara aparat keamanan bersiaga di sekitarnya.

Beberapa sekolah terpaksa memulangkan siswanya sejak pukul 09.30 WIT. Aparat keamanan TNI-Polri juga berjaga-jaga di sejumlah kawasan, sedangkan massa dilaporkan berjalan kaki dari sejumlah wilayah, salah satunya dari Sentani. Angkutan kota (angkot) juga banyak yang memilih tidak beroperasi.

Baca Juga :

10 Cabor PON XX/2020 Dicoret

Hingga tadi malam, sebagian masyarakat memilih berlindung di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X di Kawasan Hamadi, Jayapura. Mereka berasal dari kawasan sekitar Entrop, Hamadi. Masyarakat yang mengungsi tersebut terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, sedangkan pria dewasa tetap tinggal untuk menjaga rumah.

Sebelumnya terjadi unjuk rasa yang berakhir rusuh di kawasan tersebut. Unjuk rasa yang dimulai sejak pagi waktu setempat tersebut berlangsung hingga petang. Sekitar pukul 18.00 WIT massa mulai membubarkan diri setelah dipukul mundur oleh aparat gabungan TNI dan Polri dengan menggunakan gas air mata.

Baca Juga :

Sementara kondisi dan situasi Kota Jayapura, Papua, pada pukul 18.30 WIT berangsur pulih, pascaunjuk rasa rusuh tersebut. Unjuk rasa tersebut menimbulkan kerusakan material di berbagai tempat dari Sentani, Abepura, Kotaraja hingga Jayapura.

Massa pengunjuk rasa sempat melakukan pembakaran beberapa gedung dan pertokoan sepanjang Abepura, Entrop dan Jayapura lalu bangunan Kantor Telkomsel dan Pos Jayapura.

Baca Juga :

KKB Tembak Mati Warga Sipil di Ilaga-Papua

Bangunan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mall Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa.

Berdasarkan laporan dari Jayapura, gedung-gedung yang terbakar antara lain Kantor Majelis Rakyat Papua. Menurut Anggota Majelis Rakyat Papua Ustaz Tony Wanggai gedung MRP terbakar sekitar pukul 14.00 WIT. Tony mengaku seluruh anggota MRP saat ini sedang berada di luar Papua karena sedang melakukan kunjungan kerja.

Berikutnya, Gedung TelkomGroup (Telkom) di daerah Koti. Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, sampai saat ini belum menginventarisir kerusakan gedung akibat kebakaran tersebut. Layanan telepon dan SMS operator Telkomsel di Papua juga mengalami gangguan menyusul aksi massa di Jayapura pada Kamis (29/8/2019) siang. Akibat dari peristiwa tersebut, Telkomsel terpaksa menutup layanan operasional GraPARI di Jayapura hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin, dalam siaran pers di Jakarta, kemarin mengatakan, akibat dari peristiwa tersebut, Telkomsel terpaksa menutup layanan operasional GraPARI di Jayapura hingga waktu yang belum bisa ditentukan. “Mengenai informasi tentang adanya kebakaran Gedung TelkomGroup di Koti, saat ini kami sedang menginventarisir kondisi di sana dan akan segera menginformasikannya dalam kesempatan pertama,” katanya.

Kantor Pos Jayapura juga menjadi sasaran amuk massa. Manajer Public Relation PT Pos Indonesia Tita Puspitasari saat dihubungi di Jakarta kemarin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti kejadian tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan di Regional 11 untuk mendapatkan informasi terkini tentang kondisi di sana. Jika sudah ada informasi lengkap terkait peristiwa di sana akan segera kami sampaikan. Saat ini rekan-rekan di sana juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu, Kodam XVII/Cenderawasih telah menyiapkan pasukan sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu polisi untuk mengamankan situasi Kota Jayapura, Papua, adanya aksi massa menuntut rasisme. “Kodam menyiagakan dua SSK untuk diperbantukan ke Polda,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto di Jayapura, kemarin.

Aparat keamanan juga telah memasang kawat berduri di objek-objek vital di sepanjang jalan dari Kota Abepura ke Jayapura, Papua, yang akan di lewati para pendemo yang berlangsung sejak Kamis pagi. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.