Apresiasi Kerja Keras Pansel Capim KPK

indopos.co.id – Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengapresisasi kerja keras Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK). Hal ini patut dihargai semua pihak. Selama ini banyak sekali masalah serius di KPK. Banyak hal yang tidak dikerjakan dalam menekan angka korupsi di negeri ini.
Baca Juga :
“KPK hanya asyik melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang  jumlahnya tidak seberapa. Padahal fungsi pencegahan KPK sangat strategis untuk menekan wabah korupsi,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).
Baca Juga :

Apresiasi Kerja Keras Pansel Capim KPK

Saat ini Pansel Capim KPK telah memiilki 20 kandidat berintegritas tinggi itu. Dalam waktu dekat akan berkurang menjadi 10 kandidat.
Baca Juga :

Aksi Kawal Proses Pemilihan Capim KPK

Lebih lanjut Neta mengatakan, disisi lain, dugaan korupsi di sektor pertambangan tidak pernah disentuh KPK. Padahal di sektor ini harta negara banyak dikeruk orang-orang tak bertanggung jawab.
“Ke depan KPK harus tampil dengan paradigma baru dengan pimpinan baru yang berkomitmen,” jelasnya.
IPW sendiri mendukung penuh langkah Pansel KPK yang sudah mencoret dua petahana dalam proses seleksi capim KPK. Dan diharapkan dalam proses seleksi selanjutnya petahana yang ada juga harus dicoret.
Ada empat alasan kenapa petahana harus dicoret. Pertama, jangan jadikan tradisi petahana bisa dua periode. Kedua, petahana tidak bisa menjaga soliditas KPK hingga terbelah menjadi “polisi India dan polisi Taliban”. Ketiga, petahana tidak mampu mewujudkan status audit keuangan KPK menjadi WTP, tapi hanya sebatas WDP.
“Status WDP bagi lembaga antirasua adalah sangat memalukan. Karena menunjukkan lembaga antirasua itu tidak tertib keuangan atau anggaran dan berpotensi terjadi korupsi. Keempat, kesemrawutan yang terjadi di KPK adalah wujud ketidakmampuan dan kegagalan petahana. Jika sudah demikian untuk apa dipertahankan lagi oleh Pansel,”  tegas Neta.
Menurutnya, hasil kerja keras pansel dalam melahirkan 20 dari 40 capim KPK patut dihargai semua pihak. Memang kerja keras pansel ini belum final. Masih ada satu tahap lagi, yakni seleksi tahap wawancara, yang akan memilih 10 dari 20 capim.
Dengan terpilihnya 20 orang ini, capim makin mengkristal menuju proses pemilihan figure-figur yang profesional untuk menjadi pimpinan KPK ke depan. Dari keterpilihan 20 figur capim ini makin terlihat bahwa akan masuk empat figur polisi dalam 10 besar, untuk kemudian akan dipilih presiden 5 figur yang dua di antaranya nantinya adalah polisi.
Hadirnya 2 figur polisi di jajaran pimpinan KPK saat ini sangat diperlukan untuk menata dan menertibkan kekacauan di KPK serta menyatukan kembali KPK yang terbelah dua antara “polisi India dan polisi Taliban”.
“Dengan solidnya KPK diharapkan fungsi-fungsi strategis KPK, seperti fungsi supervisi bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Dengan berjalannya fungsi-fungsi strategis ini KPK tidak hanya berperan sebagai pemadam kebakaran dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi benar benar bisa menjadi lembaga yang mencegah mewabahnya korupsi di negeri ini.
“Pansel sepertinya berusaha melahirkan pimpinan yang bisa membawa paradigma baru bagi KPK, khususnya dalam pemberantasan dan mencegah mewabahnya korupsi di negeri ini,” pungkasnya.
Sementara itu, nama Wakabareskrim Polri Komjen Pol Antam Novambar mencuat di permukaan. Hal itu setelah pernyataan tegasnya terkait penegakan hukum di KPK yang tidak akan pandang bulu.
Jangankan pejabat, di ajaran Polri bila melakukan hal yang salah, dia menyatakan dengan tegas akan mengusutnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.