Aktivis 98 Gelar Aksi Bela Pansel Capim KPK

indopos.co.id – Ribuan massa Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) menggelar aksi “Bela Pansel KPK” di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Mereka menyatakan dukungannya kepada Pansel Capim KPK. Serta siap menjadi garda terdepan menghadang kelompok-kelompok kepentingan yang secara brutal menyerang Yenti Garnasih dan anggota Pansel lainnya.

Baca Juga :

Pansel Capim KPK Dinilai Bekerja dengan Baik

Aksi bela Pansel KPK yang dilakukan Jari 98 ini untuk menghadang kelompok-kelompok yang sengaja menghalalkan segala cara. Dengan mengkambing hitamkan Pansel KPK dengan berbagai tudingan yang tidak mendasar dan fakta yang ada.

“Jangan cuma faktor like and dislike kalian membabi buta menyerang Pansel dan Capim KPK,” ujar Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa, di Jakarta, Minggu (1/9/2019). Dia menduga jangan-jangan ada kerah berdasi dibelakang kelompok yang menyerang Pansel KPK.

Baca Juga :

Ada yang takut dapurnya berantakan, karena penguasanya sebentar lagi angkat koper dari KPK,” sindir Willy. Lebih lanjut dia juga menyindir kelompok internal KPK seperti Wadah Pegawai (WP KPK) yang jelas-jelas digaji negara memakan duit rakyat itu sedang mengalami kegalauanlantaran kepentingan golongannya tak kesampaian. JARI 98 tidak akan mundur sejengkal pun dan siap memberikan yang terbaik untuk rakyat.

“Stop giring opini bermacam-macam yang cenderung fitnah diarahkan ke Capim KPK. Jangan karena kemauan kalian dituruti, memangnya siapa kalian ? KPK bukan punya kalian tapi punya rakyat Indonesia,” ,tegas Willy.

Dia melanjutkan bahwa Wadah Pegawai KPK bukanlah representasi pegawai KPK secara keseluruhan. Pihaknya juga menyakini susunan tim pansel dan percaya bahwa Pansel Capim KPK itu telah bekerja secara terbuka.

“Mereka terbuka kok, jangan mengintervensi mereka. Apalagi menuding dan mengkambing hitamkan Pansel. Kalau semuanya pendapat diikuti, baik itu orang maupun LSM, gak akan jadi-jadi negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Willy menilai problematika dan perbedaan pendapat itu adalah hal yang wajar. Namun dia  menuding serangan sikap internal KPK yang terkesan emosional dan resisten itu nampak tidak wajar. Tudingan mereka dinilai terlalu mengada-ada. Apalagi hal itu disertai dengan kecurigaan adanya pelemahan KPK di balik proses pemilihan capim.

“Yaitu tadi, jika bukan orang yang mereka sukai maka akan dianggap titipan untuk melemahkan KPK. Ingat pelemahan KPK bisa saja datang dari internal KPK lho, siapa yang jamin para pegawai KPK bebas dari kepentingan tertentu? Ini tak kalah bahayanya. Masyarakat harus menyadari ini,” jelasnya.

Willy menambahkan pihaknya mengaku mendukung capim KPK dari Polri.  Karena sudah terstruktur dan tidak mudah dibohongi. “Kita tetap dukung KPK, tapi tak ingin dikuasai oleh sekumpulan preman. Banyak kok dari Polri yang memiliki kredibilitas dan kapasitas serta agamis yang sepatut nya pantas untuk memimpin KPK,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.