Asing Disinyalir Terlibat Ricuh di Papua

Kapolri Petakan Penggerak Kerusuhan

indopos.co.id – Ada asing di ricuh Papua dan Papua Barat. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut, kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Bumi Cenderawasih itu memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

’’Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional,’’ kata Jenderal Tito Karnavian di acara Hari Jadi ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9).

Polri saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut.

’’Pihak-pihak yang diduga menggerakkan sudah dipetakan dan sedang didalami. Kalau misal terbukti (terlibat), akan ditindak secara hukum,’’ tegas Tito.

Tito mengatakan, saat ini kondisi di Papua dan Papua Barat sudah terkendali. Hampir 6.000 pasukan gabungan TNI-Polri diperbantukan untuk menjaga wilayah timur Indonesia itu. Mereka disebar di beberapa titik di antaranya Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari, Sorong dan Fakfak.

Untuk mencegah kembali kerusuhan, Polri melarang aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat. Kapolri Tito memerintahkan Kepala Polisi Daerah (Polda) mengeluarkan maklumat larangan unjuk rasa yang berpotensi anarkis. Sebab, dalam Pasal 6 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 ada larangan unjuk rasa jika mengganggu ketertiban publik dan hak asasi manusia. Menurutnya, larangan menggelar unjuk rasa di Papua itu sama seperti larangan menggelar unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta, Mei 2019 lalu.

Baca Juga :

Presiden Imbau Warga Papua Antisipasi Fitnah

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.