Saat Pengunjung TMII Ingin Lihat Kirab Agung Suro

indopos.co.id – Sejak sore hari masyarakat sudah memadati lapangan tugu api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Para peserta Kirab Agung 1 Suro 1953 atau 1 Muharam 1441 H berangsur-angsur datang.

Mereka berasal dari unit dan anjungan di TMII dan komunitas para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME. Para peserta yang mengenakan kostum dan pakaian tradisional menarik pengunjung.

“Itu reog gede banget. Keren ya atraksinya,” celetuk salah seorang penonton. Penonton terus berdatangan. Mereka memadati pelataran tugu Pancasila. Pelaksanaan kirab agung Suro berlangsung dengan hikmat. Tarian Bedoyo Kirono asal Kerajaan Majapahit membuka kirab agung Suro.

Tarian yang dibawakan tujuh penari tersebut membuka jalan bagi arak-arakan kirab pusaka. Langkah tegap manggala yudha membawa sepucuk tombak diikuti pasukan dengan tandu berisi pusaka.

Pengunjung tertegun dengan kemeriahan kirab agung Suro. Kirab berputar mengelilingi gedung pengelola TMII, dengan diawali atraksi reog dan atraksi bola api. “Waow, pemain atraksi bola api berani banget. Bagus ya, keren,” ucap salah satu penonton.

Para peserta kirab agung Suro berbaris rapi. Masing-masing membawa gunungan atau tumpeng. Yang nantinya akan dimakan secara bersama-sama untuk mencari berkah (ngalap berkah).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Operasional TMII Maulana Cholid mengatakan, kirab agung Suro rutin dilakukan di TMII. Program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat mendukung program pengembangan dan pelestarian budaya.

”Kami ingin generasi muda lebih mencintai lagi kebudayaan tradisional, bukan malah budaya asing,” ujarnya. Menurut Maulana, kirab agung Suro di TMII mengikuti pakem Solo dan Yogyakarta. Ini wujud komitmen TMII dalam melestarikan budaya tradisional. “Kita awalnya serahkan pusaka, baru proses kirab disertai tumpeng,” katanya.(mdo/nas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.