Capim KPK, Irjen Firli Siapkan Program yang Bikin Ketar Ketir Koruptor

indopos.co.id – Irjen Pol Firli, salah satu dari 20 calon Komisioner KPK terpilih untuk periode 2019-2023 mempunyai progam yang bikin ketar ketir koruptor. Dia mengaku memiliki banyak terobosan inovatif dan solutif untuk memberantas korupsi hingga ke akarnya.

Hal tersebut diungkapkannya di Jakarta pasca mengikuti tes wawancara dan uji publik yang dilaksanakan oleh tim seleksi KPK beberapa waktu lalu. Saat ini, Senin (2/9/2019) tim pansel capim KPK menyerahkan nama-nama capim KPK tersebut ke presiden Joko Widodo

Meski pencalonannya menuai pro kontra, namun Kapolda Sumatera Selatan ini mengklaim bahwa terobosannya ini dinilai akan membuat para koruptor ketar ketir.

“Pemberantasan korupsi yang sekarang dilakukan KPK hanya dengan penindakan melalui upaya OTT (Operasi Tangkap Tangan) dan menurut saya hal tersebut tidak cukup. Harus dilakukan secara integrasi, menyeluruh dan upaya-upaya pencegahan. Selain itu perlu sekali dilakukan monitoring atas pelaksanaan program pemerintah,” terangnya di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Mantan Ajudan Wakil Presiden Boediono ini menambahkan, selain upaya-upaya tersebut ada satu upaya yang saat ini belum dilakukan oleh KPK. Yakni melakukan upaya mitigasi.

Menurutnya, upaya ini merupakan leading sector dalam upaya pencegahan korupsi bersama pemerintah. KPK itu harus hadir di garda terdepan dalam pendampingan program pemerintan. “KPK harus menjadi mitra pemerintah sejak penyusunan program perencanaan pembangunan, penyusunan RPNJP, RPJMN dan penyusunan RKP bersama pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga :

Tradisikan Haul Gus Dur dengan Kalender Islam

Lebih lanjut Firli menambahkan selain upaya tersebut, SDM (Sumber Daya Manusia) KPK juga perlu ditingkatkan. Serta diberikan pendidikan pelatihan terkait dengan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

Pun demikian dengan instrumental perundang undangan terkait tugas pokok KPK. Menurutnya, tugas pokok KPK harus diperluas juga pada pendidikan masyarakat, pencegahan dengan sasaran pemerintah dan swasta serta monitoring.

“Korupsi itu timbul dari keserakahan, kebutuhan, kesempatan dan hukum yang rendah. Karenanya untuk memberantasnya harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa. Langkah inovatif dan solutif untuk KPK itulah yang diperlukan untuk KPK ke depan,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.