Kepulauan Karibia Dihantam Badai Dorian 

indopos.co.id – Badai Dorian telah menghantam pulau-pulau paling utara Bahama dengan angin berkecepatan lebih dari 355 km per jam, merupakan badai terbesar yang menghantam kepulauan Karibia di zaman modern.
Baca Juga :

Badai Dorian Telah Sampai di Kanada

Badai kategori 5 itu memaksa negara bagian Georgia dan Carolina di Amerika Serikat mengeluarkan perintah evakuasi untuk warga yang tinggal di wilayah pesisir pada Minggu malam (1/9/2019). National Hurricane Center memperingatkan gelombang badai yang bisa mencapai 5,5 meter hingga 7 meter di atas level normal.
Baca Juga :

Ngeri, Topan Ratakan Rumah dengan Tanah

Di Pulau Abaco Besar di Bahama, sebuah rekaman menunjukkan banjir yang mencapai separuh sisi rumah dengan bagian atapnya robek. Rumah-rumah di kepualauan itu dibangun untuk menahan angin setidaknya 241km per jam.
“Orang-orang Amerika harus berdoa untuk orang-orang di Bahama,” kata presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Washington.
Perdana Menteri Bahama, Hubert Minnis mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi secara nasional bahwa badai monster telah menghantam wilayah itu. “Ini adalah ujian yang belum pernah kita hadapi sebelumnya,” kata Minnis.
“Ini mungkin hari paling menyedihkan dan paling buruk dalam hidup saya untuk berbicara dengan orang-orang Bahama. Saya hanya ingin mengatakan sebagai dokter bahwa saya telah dilatih untuk menghadapi banyak hal, tetapi belum pernah yang seperti ini,” ujarnya.
National Hurricane Center (NHC) di Miami mengatakan Dorian melakukan pendaratan kedua pada pukul 14.00 waktu AS pada hari Minggu. Badai itu menghantam Pulau Great Abaco dengan ombak besar dan angin 298 km per jam dengan hembusan yang lebih tinggi.
Ketika ratusan orang berlindung di sekolah-sekolah, gereja-gereja dan tempat-tempat perlindungan lainnya, pihak berwenang Bahama mengeluarkan perintah di menit-menit akhir bagi mereka yang tinggal di daerah dataran rendah untuk mengungsi. Para wartawan di Bahama mengatakan ratusan penduduk pulau-pulau dataran rendah, termasuk Grand Cay dan Sweeting Cay, mengabaikan perintah wajib itu.
“Begitu angin mencapai kekuatan tertentu, kita tidak akan bisa merespons,” kata Don Cornish, kepala badan manajemen darurat nasional Bahama. Ia memperingatkan dalam briefing sebelum badai menerjang. “Kami mungkin tidak memiliki sumber daya untuk mengejar orang-orang yang berada dalam bahaya,” jelasnya.
NHC mengatakan Dorian bergerak ke barat pada 11 km per jam, dengan kondisi bencana itu diperkirakan melewati Grand Bahama pada hari Minggu depan.
“Ini akan menjadi sangat, sangat buruk bagi Bahama,” peneliti badai Colorado State University Phil Klotzbach mengatakan kepada Associated Press. Ia menambahkan bahwa Abaco akan tersapu.
Kru pemburu badai dari National Oceanic and Atmospheric Administration (Noaa) yang terbang ke mata angin topan itu mencatat angin berkecepatan lebih dari 322 km per jam. “Jarang sekali kami mengukur angin kencang seperti itu,” kata pakar NHC, Lixion Avila dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada jam 5 sore waktu setempat.
Di Florida, beberapa pengamat mengibaratkan kehidupan dengan mengharapkan belas kasih dari badai yang lambat dan tak bisa diprediksi bagai diikuti oleh kura-kura.
“Karena Dorian diperkirakan akan melambat dan berbelok ke utara saat mendekati pantai, gelombang badai yang mengancam nyawa dan angin topan yang berbahaya masih mungkin terjadi di sepanjang bagian dari pantai timur Florida pada bagian tengah minggu ini,” kata Richard Pasch, penasihat senior di NGC.
Ia menambahkan bahwa akhir pekan ini akan ada peningkatan risiko tali angin dan gelombang badai berbahaya di sepanjang pesisir Georgia, Carolina Selatan dan Carolina Utara. (fay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.