Dorong Penambahan Tenaga Profesional Bekerja di Kuwait

 

indopos.co.id – Hubungan bilateral harus dijalin dengan erat. Dengan begitu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong penambahan jumlah tenaga profesional Indonesia yang bekerja di Kuwait, mengingat pasar tenaga kerja yang besar di salah satu negara Teluk itu.

Baca Juga :

“Saya titip agar tenaga kerja profesional Indonesia dapat lebih banyak lagi bekerja membangun Kuwait,” ujar Menlu Retno saat menghadiri gelaran “Indonesia Labour Market” di Kuwait, Senin (2/9/2019).

Dalam rangkaian pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-1 Indonesia-Kuwait yang dipimpin menteri luar negeri kedua negara, untuk mempertemukan perusahaan pengirim tenaga kerja profesional dengan perusahaan penerima tenaga kerja profesional di Kuwait. Dalam kunjungan tersebut Menlu RI bertemu dengan pimpinan lima perusahaan besar di Kuwait yang menyalurkan tenaga kerja profesional dari berbagai negara.

Baca Juga :

Saat ini tenaga kerja profesional asal Indonesia diminati, khususnya para pekerja di bidang kesehatan, seperti perawat, minyak dan gas, sebagai teknisi, teknologi informasi, maupun bidang hospitality, seperti perhotelan, restoran dan spa.

Sebelumnya, Menlu Retno menyampaikan sambutan di forum bisnis Indonesia-Kuwait di Gedung Kamar Dagang dan Industri Kuwait di Kuwait City. Dalam forum bisnis yang dihadiri pengusaha kedua negara, Retno menyampaikan bahwa mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, maupun antara dunia usaha Indonesia dan Kuwait harus terus diperkuat.

Menlu RI menekankan bahwa mekanisme tersebut harus dapat memfasilitasi komunikasi semua pemangku kepentingan Indonesia dan Kuwait. Selain itu, Menlu Retno pun berpendapat bahwa infrastruktur bisnis Indonesia-Kuwait perlu terus diperkuat. Indonesia dan Kuwait juga sepakat membentuk Komite Dagang Bersama untuk memfasilitasi perdagangan antarkedua negara. Selanjutnya, Menlu Retno juga mendorong pelaku bisnis untuk memfokuskan kerja sama pada sektor yang menjadi unggulan Indonesia dan Kuwait.

“Memfasilitasi akses pasar produk kedua negara adalah cara efektif untuk mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara,” ujarnya. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.