Dewan Minta Pemkab Bekasi Edukasi Warga Jangan Buang Sampah di Sungai

indopos.co.id – Penumpukan sampah yang menutupi aliran Kali Jambe yang melintasi Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, membuat DPRD setempat bersuara. Para anggota legislatif menyarankan pemerintah daerah memiliki peralatan canggih guna mengatasi masalah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno meminta Pemkab Bekasi membeli peralatan canggih yang mampu mengatasi sampah di Kali Jambe tersebut. Alat itu diperlukan guna mengangkut sampah yang terus menumpuk di kali atau sungai. Pembelian alat canggih itu diperlukan sebelum musim hujan tiba agar sampah-sampah itu tidak menjadi penyebab banjir.

”Tahun ini saja sudah enam hingga tujuh kasus sampah menumpuk di sungai dan kali, bahkan sampai viral di medsos. Makanya harus punya alat yang canggih untuk mengangkut sampah,” katanya, Kamis (31/10/2019). Dijelaskan Nyumarno juga, Pemkab Bekasi diminta membeli peralatan water master.

Alat canggih ini, kata dia juga, sangat multifungsi. Yakni, dapat membersihkan sampah dalam kali dan sungai, hingga menyedot dan mengeruk lumpur. ”Di Jakarta, alat ini selalu digunakan untuk menangani limbah dan sedimentasi di dalam kali dan sungai. Kami rasa anggaran untuk membeli alat ini ada,” terangnya.

Baca Juga :

Dia juga mengatakan, kalau bisa waste master jangan sampai cuma disewa, karena alat tersebut sangat dibutuhkan. Selain itu, Nyumarno menyoroti pemisahan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi persoalan sampah tersebut. Agar proses penanganan sampah dapat lebih maksimal dikerjakan.

Lalu juga harus dibentuk satgas sampah di setiap desa dan kecamatan. ”Dinas Lingkungan Hidup yang selama ini digabung harus dipecah dua. Satu jadi Dinas Kebersihan yang khusus mengurusi sampah,” katanya juga.

Sementara, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan jika pihaknya akan mempertimbangkan usulan DPRD terkait pembelian water master tersebut. Karena, kata dia, saat ini pembahasan untuk pembelian alat canggih ini belum diusulkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

”Harus ada dulu kajian untuk membeli alat ini, karena harganya miliaran. Makanya nanti mau dibahas seperti apa penanggulangan sampah di kali. Yang sedang kami upayakan menambah armada truk pengangkut sampah dan membangun banyak TPS di setiap desa,” terangnya.

Diakui Eka, solusi terbaik mengatasi masalah sampah adalah merubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Cara itu akan mengurangi pembuangan sampah akan terjadi dengan cepat. ”Itu salah satu target kerja Dina Lingkungan Hidup periode 2020,” terangnya juga. (cok)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.