Gandeng Aplikasi Gojek, Kemenhub Segera Hentikan Monopoli Tol Laut

indopos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera menghentikan monopoli tol laut yang terjadi di sejumlah daerah dengan menggandeng perusahaan aplikasi jasa transportasi Gojek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, terkait praktik monopoli ada satu perusahaan yang mengumpulkan barang-barang untuk kemudian dikirimkan ke luar pulau.

“Monopoli itu terjadi di dua kabupaten ternyata dan itu terjadi terutama di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku,” kata Menhub Budi Karya Sumadi saat mengunjungi proyek stasiun kereta di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2019).

Hingga saat ini perusahaan tersebut tidak ada pesaingnya sehingga terkesan semaunya sendiri dalam menetapkan tarif. “Kami sudah ‘sounding’ dan kami sudah selesaikan, dilakukan langsung pada masyarakat. Saat ini harga kembali ke Rp10,5 juta,” katanya.

Baca Juga :

Oleh karena itu, untuk menghindari hal itu tidak terjadi lagi maka ke depan akan dikerjasamakan dengan Gojek. “Kita ketahui bahwa Gojek punya armada yang banyak untuk logistik. Mereka akan menangani ini,” katanya.

Kalau bisa ditangani ini, nilai Budi Karya, adalah suatu usaha yang besar sekali karena barang yang diangkat oleh tol laut itu kurang lebih Rp30 triliun. Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal.

Baca Juga :

“Yang pasti kalau itu (pengiriman) dilakukan oleh instansi yang memang punya sarana yang bagus pasti harganya lebih kompetitif,” kata Budi Karya lagi.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Wisnu Handoko menemukan indikasi monopoli tol laut tersebut terjadi di daerah timur, di antaranya Maluku dan Papua. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.