Dancow FortiGro Dukung Potensi Anak Indonesia sebagai Inovator Masa Depan

indopos.co.id – Setelah sukses menggelar program Dokter Kecil Mahir Gizi (DKMG) yang bertujuan untuk menyosialisasikan pengetahuan tentang gizi di lingkungan Sekolah Dasar sejak 2010. Dancow  FortiGro kini menggelar Dancow  Kreasi Anak Indonesia (DKAI), program yang bertujuan untuk mendukung anak usia Sekolah Dasar (SD) untuk berpikir kreatif dan peduli terhadap permasalahan sekitar.

Inisiatif ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini adalah wujud komitmen Dancow  untuk terus menggelar kegiatan positif dan edukatif bagi anak-anak Indonesia.

Baca Juga :

DKAI merupakan kompetisiantar sekolah di mana anak diajak untuk membuat ide kreasi dari empat pilihan bidang: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,Nutrisi, Lingkungan, dan Seni & Kreativitas. Program ini ditujukan bagi siswakelas 3 – 5 SD, dan pendaftaran dibuka sejak 15 Maret hingga 30 Juni 2019. Penyelanggaraan DKAI yang pertama ini disambut hangat para siswa SD di Indonesia, dengan lebih dari 1.200 siswa mendaftarkan ide kreasi mereka.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Khamim, M.Pd., menyambut baik inisiatif Dancow FortiGro dalam mendukung anak untuk berpikir kreatif dan peduli terhadap permasalahan sekitar.Peningkatan daya saing regional merupakan salah satu poin yang diangkat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 ini.

Baca Juga :

Program edukatif seperti Dancow  Kreasi Anak Indonesia (DKAI) merupakan salah satu upaya yang dapat membantu pemerintah khususnya Direktorat Pembinaan SD Ditjen Dikdasmen Kemendikbud dalam mewujudkan generasi kompetitif, berkarakter, berkualitas, dan adaptif terhadap perubahan. Melalui program ini, diharapkan para siswa dapat mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antar sesama.

“Dengan begitu, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dan sosial mereka juga dapat membangun kepribadian yang berkarakter sebagai putra dan putri Indonesia, calon pemimpin Indonesia yang hebat di masa depan. Tak hanya siswa, para pengajar pun dapat semakin termotivasi dalam memberikan pelajaran yang berkualitas, sehingga bersama dengan anak didiknya dapat berinovasi menjawab tantangan-tantangan yang ada di sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :

Wook Hadirkan Vivan Quick Charge di 2020

Business Executive Officer Dairy PT Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan mengatakan, berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Dancow FortiGro menyadari bahwa anak Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai inovator masa depan. “Karenanya, kami pun tergerak untuk menggelar program yang dapat memberikan kesempatan kepada anak Indonesia dalam menuangkan kreativitasnya,” cetusnya.

Dirinya berharap, dengan mengikuti program DKAI ini para peserta bisa menginspirasi teman-teman seusianya yang lain. Yaitu agar lebih berani dalam mengekspresikan ide dan pemikiran mereka sebagai solusi untuk menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di sekitar mereka. ”Dancow  FortiGro percaya anak-anak Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai inovator masa depan,” tutur Windy Cahyaning Wulan.

Usai tahap pendaftaran, pada 15 Juli 2019 Dancow  FortiGro mengumumkan 20 Ide Kreasi Terbaik. Kedua puluh peserta terpilih ini pun diberi waktu hingga 20 Agustus 2019 untuk mengembangkan prototipe ide kreasinya. Pada acara Awarding Night DKAI, terpilihlah tiga ide kreasi terbaik berdasarkan hasil penjurian final yang dilakukan oleh perwakilan Dancow Fortigro dan 2 (dua) orang juri tamu yaitu Dik Doang, dan juga Shahnaz Haque, publik figur yang dikenal aktif dalam membagikan kiat pola asuh anak.

”Siswakelas 3 – 5 SD (usia 9 – 11 tahun)pada umumnya sudah mulai dapat memecahkan masalah secara logis. Mereka juga sudah mulai mampu berpikir secara lebih ilmiah dan mampu mengembangkan kekhawatiran mengenaii su-isu sosial dan identitas. Ide-ide kreasi yang dikembangkan selama program DKAI bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif solusi di masa yang akan datang,” ujar Shahnaz Haque. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.