Zakat dan Wakaf Miliki Potensi Luar Biasa untuk Mendukung Perekonomian

indopos.co.id – Zakat dan wakaf mempunyai potensi yang luar biasa untuk mendukung perekonomian. Banyak studi empiris yang menjelaskan bahwa zakat mampu meningkatkan agregat konsumsi, tabungan serta agregat permintaan secara nasional.

Zakat dapat meningkatkan perekonomian, mengurangi kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan sosial. Terdapat juga penelitian yang membuktikan bahwa zakat dapat mengurangi gini ratio. Begitu juga dengan wakaf. Wakaf dapat mengurangi beban fiskal negara.

Baca Juga :

Potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Luas tanah wakaf lebih besar dibandingkan luas negara Singapura. Sayangnya, masih banyak tanah wakaf yang seharusnya produktif belum bisa dioptimalkan.

Hal ini dikatakan Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Dr. Sutan Emir Hidayat saat berkunjung ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Rabu (6/11/2019), dengan menjalankan dua agenda.

Agenda itu terdiri dari penandatanganan nota kesepahaman antara KNKS, mewakili Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin. Emir hadir mewakili Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo. Kemudian, Emir menjadi narasumber dalam acara ‘International Conference on Islamic Social Finance’.
Dalam acara ini, Emir memaparkan materi mengenai ‘Peran KNKS dalam pengembangan keuangan sosial Islam di Indonesia’, yang mana KNKS memiliki beberapa inisiasi dalam pengembangan keuangan sosial Islam di Indonesia, di antaranya Gerakan Indonesia Ramah Zakat, Standarisasi dan Integrasi Data Zakat Nasional, Lembaga Manajemen Aset Wakaf (LMAW), Roadmap Pengembangan BMT di Indonesia dan Standarisasi Integrasi Data BMT di Indonesia.

“KNKS memiliki inisiatif untuk mengembangkan zakat dan wakaf ini melalui program-programnya, salah satunya ialah Gerakan Ramah Zakat,” ujar Emir kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Kamis (7/11/2019).

Indonesia merupakan salah satu negara terbaik di dunia dalam pengelolaan dana sosial keagamaan. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian Indonesia yang menjadi peringkat pertama di Global Islamic Finance Report. Selain itu, Baznas juga mendapatkan dua penghargaan dari Global Islamic Finance Award. (rmn)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.