Ini Inovasi Mencegah Pertumbuhan Marine Growth

indopos.co.id – PT Pertamina EP (PEP) terus menggiatkan pengembangan inovasi agar dapat mendukung kelancaran dan keandalan operasi. Salah satu inovasi yang dirintis melalui PEP Asset 3 Jatibarang Field di bidang industri migas offshore adalah mencegah pertumbuhan marine growth.

Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager Hari Widodo mengatakan, marine growth merupakan sekumpulan hewan atau tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan atau struktur di laut.

Baca Juga :

“Kondisi bahan makanan atau nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini,” ujar Hari kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Kamis (7/11/2019).

Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan bangunan atau struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah. Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat sehingga terjadi perubahan respon struktur itu terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya.

Baca Juga :

MD Pictures Menggebrak dengan Film Dignitate

“Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform,” bebernya.

Di sini, PEP Field Jatibarang telah berhasil menemukan sebuah inovasi alat baru yang bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan untuk mengatasi marine growth, yang diberi nama sebagai ‘Sea-Waroc (Sea Wave Ring Automatic)’.

Baca Juga :

Dukung Literasi, Hokben Sumbang Ribuan Buku

Menurut Hari, Sea-Waroc membersihkan tiang struktur platform dari bahan-bahan makanan marine growth sehingga pertumbuhan marine growth di tiang struktur platform dapat dicegah.

“Invensi Sea-Waroc ini akan mengurangi biaya secara signifikan dengan mengubah cara lama dalam mengatasi marine growth sekaligus meningkatkan integritas platform offshore yang akan menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan,” kata PEP Asset General Manager, Wisnu Hindadari.

Inovasi Sea-Waroc telah dilombakan dalam ajang Improvement & Innovation Award (IIA) PT PEP pada 7 hingga 9 Oktober 2019 dan mendapat hasil GOLD.

Sebelumnya, demi mengatasi marine growth dengan menggunakan alat water jet yang dioperasikan penyelam membutuhkan biaya sekitar Rp23,2 miliar, dengan alat Sea-Waroc hanya membutuhkan biaya sekitar Rp31,5 juta. Dengan demkian terdapat efisiensi sebesar 99,86 persen.

Franky Melky dari Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) mengatakan, alat Sea-Waroc merupakan ide yang sangat bagus untuk mencegah pertumbuhan marine growth, dengan material yang digunakan mudah didapat sehingga alat Sea-Waroc dapat diterapkan di lapangan offshore lain.

“Kami berharap melalui penemuan alat ini dapat membantu pemasalahan offshore, dengan alat Sea-Waroc, PT Pertamina EP berharap dapat membantu operator lapangan migas lain yang memiliki platform offshore dalam menyelesaikan permasalahan marine growth,” katanya.

Untuk diketahui, Jatibarang Field merupakan lapangan migas yang terletak di Indramayu, Jawa Barat. Memasuki semester akhir 2019, telah mencatat produksi minyak sebesar 7.924  BOPD (110.5 persen terhadap target), sedangkan produksi gas 41.9  MMSCFD, (99.3 persen terhadap target). (mdo)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.