DKI Defisit Anggaran, PSI Desak Batalkan Event Formula E

indopos.co.id – Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menolak penyelenggaran balap mobil Formula E. Terlebih Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) ibu kota mengalami defisit dan ajang tersebut dibiayai oleh Pemrov DKI Jakarta.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyatakan, pihaknya menolak pembiayaan Formula E oleh Pemrov DKI Jakarta.

Baca Juga :

DPRD Godok Aturan Pemilihan Wagub DKI

Ketimbang menggunakan anggaran daerah, wakil ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta itu mengusulkan pelaksanaan Formula E ditanggung swasta.

Ara sapaan akrabnya menilai, pelaksanaan Formula E sejatinya bisa ditanggung pihak swasta ketimbang daerah. Terlebih lagi, kata dia, alasan kuat penolakan pembiayaan Formula E melihat kondisi keuangan Jakarta yang defisit.

“Kami PSI menolak Formula E, karena andai kata bisa swasta kenapa harus pakai uang rakyat?,” ungkap dia kepada INDOPOS di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Sebagai anggota baru di legislatif, Ara mengatakan, pihaknya tak ingin gegabah menyepakati dan menandatangani persetujuan skema pembiayaan Formula E oleh keuangan daerah.

Untuk itu, ia sekali lagi meminta Pemprov menyerahkan kajian analisa investasi atas penyelenggaraan Formula E.

“Kami minta dengan sangat kajian analisisnya, kalau belum ada lebih baik dibatalkan karena DKI sudah menganggarkan komitmen fee sekitar Rp360 miliar,” tandas dia.

Selain belum melihat kajian analisa investasi terhadap, Ara juga mengkritisi tolak ukur dampak penyelenggaraan Formula E. Terlebih lagi tidak ada atlet turut serta dalam kontestasi tersebut.

Dia juga mempertanyakan hajatan seperti ini tidak masuk ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Program Formula E tidak pernah muncul di RPJMD kenapa ngotot untuk program ini. Keuangan kita sedang defisit, kita tidak punya atlet Formula E terus siapa yang kita support,” tutur dia.

Agar pembiayaan ini tak disahkan, Ara menambahkan, pihaknya akan membangun komunikasi dengan antar fraksi. “Kami akan menjalin komunikasi dengan anggota dewan lain menyamakan visi misi,” imbuhnya.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Prabowo menambahkan, PSI secara tegas mendesak Pemprov DKI untuk membatalkan event yang digelar 2020 itu.

Dia mengatakan, anggaran tengah dalam keadaan defisit, sehingga lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting.

Apalagi dana yang digunakan oleh dalam pembuatan event tahunan itu mencapai Rp1 triliun yang hanya berpusat dalam satu kawasan saja.

“Saya pikir lebih bijak menganggarkan prioritas-prioritas kebutuhan masyarakat yang lebih penting. Contohnya dengan mengunakan anggaran untuk merehab gedung sekolah,” kata Anthony diloaksi yang sama.

Menurut Anthony, jika Pemprov DKI ingin mengedepankan Formula E sebagai bentuk mendorong pengunaan mobil listrik, seharusnya dapat mengunakan cara-cara lain yang lebih bijak, bukan dengan membuat event-event internasional seperti Formula E.

“Misalnya kita kedepankan infrastruktur penunjang mobik listrik. Misalnya membangun charging mobil listrik, itu bisa ribuan lebih dengan dana triliunan, atau kita beli bus listrik, jika tujuanya ke sana,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, event itu juga tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan list program percepatan pelaksanaan kegiatan strategis daerah. Sehingga tentunya hal itu menjadi pertanyaan, kenapa event Formula E masuk prioritas Gubernur DKI.

“Kalo misalnya mau gaya-gaya di Internasional biar keliatan kaya bisa menyelenggarakan ini, padahal di dalamnya kita ini miskin, masih kurang uang, apakah ini pantas,” tegas dia.

Padahal, menurut Anthony, masih banyak masyarakat yang lebih penting untuk pengunaan dana Formula E ini dialokasikan ke pembangunan, misalnya dengan pembuatan pipa air ataupun menganggarkan fasilitas-fasilitas sekolah.

Perhelatan Formula E tidak di Jakarta tidak hanya dilakukan satu tahun saja, melainkan empat tahun, terhitung sejak 2020. (aen)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.