Ini Tips Merawat Tas Branded Supaya Tetap Bernilai Tinggi

indopos.co.id – Tak hanya berfungsi sebagai penunjang penampilan, tas branded mahal keluaran rumah mode dunia seperti Chanel, Hermes, Louis Vuitton, Dior, Coach, Gucci, Givenchy, dan masih banyak lagi, juga bisa dijadikan investasi. Mengingat harganya yang terbilang tinggi, bahkan hingga miliaran.
Menurut Marisa Tumbuan, founder Irresistible Bazaar, tas bermerek bisa dijadikan produk investasi. Salah satunya adalah Hermes. Dalam tiga dekade terakhir, peningkatan investasinya sanggup mencapai 500 persen.
Untuk bisa dijual kembali koleksi tas branded yang dimiliki, tentu perawatannya harus diperhatikan. Ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan saat membeli tas branded tersebut, agar suatu hari bisa dijual lagi.
Marisa menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. ”Saat beli tas branded, termasuk buat yang baru pertama kali beli. Pertama cek kondisi fisik tas, periksa bahan kulitnya, hardware nya (kancing penutup, resleting), dan kokoh atau tidaknya tas tersebut,” ujarnya.
Selain fisik, cek juga kelengkapan sertifikatnya sampai boksnya juga wajib diperiksa. Selain itu, tentunya agar bisa dijual alias dijadikan investasi di masa depan. Saat memiliki tas branded ini, Marisa menyarankan untuk tidak malas merawatnya dengan baik. Contohnya, terlalu hitung-hitungan dalam mengeluarkan biaya pembersihan. ”Dirawat itu wajib, mau dibersihkan sendiri di rumah bisa banget karena sekarang di media sosial kayak Youtube gitu banyak sekali tutorial cara merawat dan membersihkan tas branded. Atau mau praktis ya dirawat di bag spa, dulu memang cukup mahal tapi sekarang jasa bag spa sudah banyak jadi harganya sudah bersaing,” kata pemilik butik Adelsbrandedbags ini.
Penyimpanannya pun harus hati-hati. ”Jangan ditumpuk dan jangan dihimpit dengan tas-tas lain. Jadi memang harus dikasih bantal supaya bentuknya terjaga,” tandasnya.
Hal ini agar tas tetap berdiri dan sesuai bentuk ketika tidak dipakai. Karena jika tas brended disimpan dengan cara ditumpuk, justru akan merusak tulang-tulang dari tas itu sendiri. ”Tulang-tulang di sampingnya itu, kalau didesak dengan barang lain yang mungkin lebih berat itu dia bisa terjadi patah. Jadi harus diisi dengan bantal. Kalau tulangnya patah, itulah yang akhirnya membuat bentuknya jadi leot,” tukasnya.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan suhu dalam lemari penyimpanan sendiri. Meski sudah tertata rapi, tas yang jarang di tengok di dalam lemari bisa berpotensi cepat rusak.
Menurut Marisa, hal ini disebabkan oleh suhu yang ada dalam lemari tersebut. ”Terutama di lemari kadang-kadang malah lama disimpan, bukan malah jadi bagus tapi malah jadi rusak. Misalnya aja di dalam lemarinya lembab, karena nggak dibuka-buka. Nah itu yang harus diperhatikan. Kadang-kadang barang saat dipakai tuh nggak apa, tapi saat disimpan lama malah kenapa-kenapa. Bahkan bisa ada jamur kalau lembab,” pungkasnya. (dew)

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.