Dalam Rangka Perayaan Anniversary ke 20 Tahun, Piero Kembali Rilis 5 Sepatu Ikonik

indopos.co.id –  Setelah berdiri selama 20 tahun, dan dalam merayakan ’20th Anniversary’, Piero kembali menghadirkan lima (5) model sepatu ikonik yang pernah dirilis di sepanjang perjalanan 20 tahun Piero dalam acara “Urban Sneaker Society (USS 4.0)” di District 8, Jakarta.

Kelima sepatu tersebut dirilis dengan tetap mempertahankan siluet dari masing-masing produk. Bahkan logo lama Piero dihadirkan kembali serta digabungkan dengan outsole yang terbaru. Ada pun lima model yang bakal dirilis secara terbatas, di antaranya: Orlando (1999), Shooter (2004), Suedo (2009), Jogger (2014) dan Legion Z1 (2019).

Baca Juga :

Brand Manager Piero, Melania Dewiyani mengatakan, alasan Piero kembali mengeluarkan lima model sepatunya yang ikonik karena perjalanan Piero secara historis terbilang stabil selama 20 tahun ini.

“Untuk generasi lama pasti ingat dengan Piero yang dipakai saat pergi sekolah. Jadi, orang-orang yang dulu pake Piero, sekarang kan pasti sudah pada dewasa, sudah mulai kerja, tetapi mereka masih tetap pakai Piero. Kami juga menunjukkan pada generasi di bawahnya, kalau Piero masih tetap ada. Maka itu untuk perayaan 20 tahunnya Piero, kita munculkan produk-produk sepatu ikonik yang hype selama 20 tahun,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Setiap edisi “Piero 20th Anniversary” menawarkan desain yang berbeda sesuai dengan tahun rilisnya. Piero Orlando dengan model chunky shoes yang populer di era 90-an hadir dengan warna monochrome atau Piero Shooter yang mempertahankan sporty looks pada masanya namun dibalut dengan sedikit sentuhan moderen.

Ada pula Piero Suedo, salah satu sepatu klasik Piero yang ditujukan bagi para pecinta permainan skateboard yang dirilis kembali dengan mempertahankan siluet klasiknya.

Selain itu, Piero Jogger dirilis kembali pada “Piero 20th Anniversary” dengan splatter atau corak hitam dibagian outsole serta menggunakan material suede dan logo XX pada bagian upper. Terakhir, Piero Legion Z1 yang merupakan sepatu teranyar, dirilis kembali dengan bagian upper yang dimodifikasi untuk menunjukkan ciri khas futuristiknya.

Ditambahkannya, “Satu hal yang paling Piero utamakan adalah kita tidak sekadar membuat model sneaker, tetapi ada teknologi yang kita terapkan di masing-masing sepatu. Entah pada outsole atau di upper, semua kita pikirkan. Teknologi paling baru yang dipakai Piero adalah dengan meniru cara kerja tentakel gurita, yang dipasang pada sol sepatu bawah, yakni oktogrip. Selain sepatu ini ringan, dengan adanya oktogrip membuat sepatu tidak licin saat digunakan beraktivitas, bisa nge-grip maksimal, semisal di tempat yang basah,” tutup Melania.

Nama Piero, diambil dari kata “Urip” (dalam bahasa Jawa yang berarti hidup), kemudian diubah menjadi OREIP dan dibalik menjaid PIERO pada 1999.” (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.