Tiga Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Australia

indopos.co.id – Setidaknya tiga orang tewas dan ribuan lainnya terlantar akibat kebakaran hutan akhir pekan ini di New South Wales dan Queensland, Australia, Minggu (10/11/2019), dalam darurat kebakaran hari ketiga. Lebih dari 100 titik api membakar wilayah New South Wales dan Queensland, Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, militer akan dikerahkan untuk membantu 1.300 pemadam kebakaran yang bekerja di dua negara bagian itu. Ratusan penduduk juga telah secara sukarela membantu wilayah yang terkena dampak kebakaran.

Baca Juga :

Delapan Hektare Hutan di Sukabumi Terbakar

“Satu-satunya pikiran saya hari ini adalah pada mereka yang telah kehilangan nyawa dan keluarga mereka,” ungkap Morrison.

Para pejabat memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat menjadi sumber kebakaran minggu itu, termasuk yang terjadi di dekat Sydney.

Baca Juga :

Di Queensland, ribuan orang bermalam di pusat-pusat evakuasi, sementara pemerintah menilai apakah sudah aman bagi mereka untuk kembali ke rumah. Petugas pemadam kebakaran di NSW mengkonfirmasi bahwa lebih dari 1.500 rumah telah hancur.

Meskipun cuaca yang lebih dingin pada Sabtu malam (9/11/2019), menyediakan penangguhan, tetapi suhu tinggi, kelembaban rendah dan angin kencang yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan minggu dikhawatirkan akan memicu kebakaran lebih lanjut yang sulit diatasi pemerintah.

Para pejabat di Australia mengatakan, mereka mungkin akan mengeluarkan peringatan kebakaran ekstrem untuk sebagian besar pantai NSW, Selasa (12/11/2019), di wilayah-wilayah sekitar Sydney yang dianggap sangat berisiko.

“Dalam kondisi-kondisi tersebut, kebakaran seperti ini akan menyebar dengan sangat cepat dan mengancam rumah dan kehidupan,” kata NSW Rural Fire Service dalam sebuah pernyataan.

“Kondisi ini akan sama buruknya, bahkan jauh lebih buruk, daripada yang dialami pada hari Jum’at, karena kebakaran itu akan melewati area yang lebih luas termasu pusat populasi besar seperti Sydney,” tambahnya.

Ketika membersihkan daerah-daerah yang terkena dampak pada Jumat (8/11/2019), petugas pemadam kebakaran menemukan mayat seorang korban di sebuah mobil yang terbakar di dekat Glen Innes, sekitar 550 km utara Sydney. Di kota yang sama pada hari yang sama, seorang perempuan ditemukan menderita luka bakar parah. Dia dilarikan ke rumah sakit tetapi meninggal tidak lama kemudian.

Wali Kota Glen Innes, Carol Sparks mengatakan, penduduk kota itu mengalami trauma. “Api itu setinggi enam meter dan mengamuk dengan kecepatan 50 km per jam. Itu benar-benar mengerikan bagi orang yang terkena dampak,” kata Innes pada stasiun televisi Australia, ABC.

Pada Sabtu (9/11/2019), polisi NSW mengkonfirmasi bahwa korban ketiga ditemukan di rumah yang terbakar di dekat Taree, sebuah kota sekitar 300 km utara Sydney. Polisi mengatakan rumah itu milik seorang wanita berusia 63 tahun. Tetapi mereka mengatakan identitas korban-korban tersebut tidak dapat dikonfirmasi hingga sebuah post mortem dilakukan.

Di NSW, wilayah yang dilanda kebakaran paling parah telah berjuang melawan api-api itu sejak bulan lalu, ketika dua orang tewas saat berusaha melindungi rumah mereka. Awal bulan ini, api membakar 2 ribu hektar semak yang berisi cagar alam koala. Ratusan hewan dikhawatirkan mati. (fay)

 

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.