Rayakan Penobatan, Kaisar dan Permaisuri Jepang Berparade

indopos.co.id – Kaisar Jepang Naruhito dan istrinya Permaisuri Masako melakukan parade di pusat kota Tokyo pada Minggu (10/11/2019), menurut laporan Japan Today. Puluhan ribu penonton yang berbaris di jalan-jalan mengibarkan bendera untuk merayakan penobatan kaisar baru itu.
Parade dimulai di Istana Kekaisaran pada pukul 3 sore, dan rutenya berlanjut sepanjang 4,6 kilometer. Penonton melambaikan tangan dan bersorak ketika pasangan kekaisaran yang tersenyum balas melambai kepada mereka dari kursi belakang sedan mewah beratap terbuka.

Banyak orang terlihat mengulurkan kamera dan ponsel mereka untuk mencoba menangkap gambar kaisar yang mengenakan jas berekor dan permaisuri yang mengenakan gaun panjang dan tiara.

Jadwal parade pertama pasangan itu, sejak pernikahan mereka pada 1993, mundur hampir tiga minggu. Itu dilakukan dengan mempertimbangkan kesulitan yang diderita warga Jepang setelah Badai Higibis yang mematikan melanda bulan lalu.

Sedan terbuka yang membawa Naruhito dan Masako itu diikuti oleh kendaraan-kendaraan yang membawa pangeran mahkota Fumihito, adik kaisar dan isterinya, puteri Kiko. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga ikut dalam prosesi itu.

Dilansir Japan Today, dalam acara yang berlangsung selama 30 menit itu, sekitar total 50 kendaraan membentuk iring-iringan mobil sepanjang 400 meter, melewati Departemen Kepolisian Metropolitan dan gerbang utama gedung Diet, sebelum akhirnya tiba di kediaman kaisar di Akasaka Estate.

Keamanan diperketat selama parade berlangsung. Sejak pagi hari, polisi melakukan pemeriksaan identitas di gedung-gedung di sepanjang rute parade dan melakukan inspeksi bagasi di 29 lokasi. Hingga 26.000 petugas telah dikerahkan untuk memperketat keamanan.

Toyota Motor Corp. Century hitam, yang digunakan dalam parade, diambil dari lima pembuat mobil. Itu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kinerja lingkungan, juga faktor-faktor lain, menurut Badan Rumah Tangga Kekaisaran.

Kendaraan yang membawa lambang krisan kekaisaran itu diperkirakan menelan biaya sekitar 80 juta yen, termasuk biaya renovasi, menurut Badan Rumah Tangga Kekaisaran itu. Kendaraan-kendaran itu dijadwalkan untuk ditampilakan pada publik di rumah tamu negara di Tokyo dan Kyoto.

Kaisar secara resmi menyatakan penobatannya pada 22 Oktober di hadapan sekitar 2.000 pejabat Jepang dan asing dalam upacara ‘Sokuirei Seiden no gi’, yang setara dengan upacara penobatan.

Parade itu awalnya dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama dengan upacara penobatan, tetapi ditunda setelah topan menyerang wilayah yang luas, termasuk Tokyo. Badai itu menyebabkan 89 orang tewas dan enam orang hilang, juga membanjiri puluhan ribu rumah. (fay)

Baca Juga :

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.