Dua Pemain Ini jadi Kunci Moenchengladbach Puncaki Klasemen Bundesliga

indopos.co.id – Patrick Herrmann dan Yann Sommer jadi kunci dari melesatnya Borussia Moenchengladbach sebagai der Tabellenfuehrer alias pemuncak klasemen Bundesliga. Berkat aksi keduanya, Gladbach berhasil memenangi Spieltag 11 melawan Werder Bremen 3-1 di Borussia Park, Moenchengladbach tadi malam WIB.

Herrmann dengan dua golnya saat menit ke-22 dan 59. Satu gol Gladbach lainnya lewat kreasi Ramy Bensabaini di menit ke-20. Leonardo Bittencourt yang mencetak satu-satunya gol balasan Bremen ketika menit ketiga injury time. Jika Herrmann menciptakan dua gol, Sommer yang memblok eksekusi penalti kapten Bremen Davy Klaassen pada menit ke-53.

Papa Power, ya begitulah media-media menyebut kolaborasi Herrmann dan Sommer itu. Karena, baik Herrmann dan Sommer sama-sama baru menjadi ayah. Herrmann contohnya. Dia dan istrinya Sandra dikaruniai putra pertama bernama Leonard dua hari sebelum laga. Sommer telah jadi ayah sejak istrinya Alina melahirkan putri pertamanya bernama Mila 31 Oktober lalu.

”Aku merasakan malam yang emosional. Aku tak sabar untuk berlari kembali ke rumah, dan mencium putraku,” ungkap Herrmann, dilansir laman Abendblatt. Bagi striker 28 tahun itu, ini kali kedua dia mencatat dua gol dalam laga Bundesliga di kandang musim ini. Sebelumnya, dia melakukan itu ke gawang FC Augsburg (6/10).

Sommer beda lagi. Dia baru sukses menggagalkan tendangan penalti di laga Bundesliga kemarin. Terakhir, dia melakukannya pada 2016 – 2017 silam menghadapi Eintracht Frankfurt. ”Kami tahu kami bukan tim kebetulan, tiap akhir pekan kami selalu termotivasi untuk semakin jauh melaju,” klaim kiper torwart timnas Swiss itu, dalam laman resmi klub. Selain mengeblok penalti Klaassen, Sommer juga melakukan enam penyelamatan.

Nah, berkat kedua ayah baru itulah skuad besutan Marco Rose itu mampu menulis rekor dalam histori Gladbach. Terutama dengan koleksi 25 poin dari 11 Spieltag pertama Bundesliga. Bagi klub lima kali mengangkat Meisterschale Bundesliga tersebut, ini kali pertama sejak 1976 – 1977 mereka bisa mengoleksi 25 poin dalam 11 Spieltag pertama.

Tak cuma aksi heroik Sommer yang mewarnai laga ini, ada dua momen kunci yang telah terjadi di Borussia Park malam itu. Salah satunya peluang Milot Rashica memperkecil skor saat menit ke-27. Sayangnya, gol gelandang Bremen itu dianulir karena dia terlebih dulu melakukan pelanggaran setelah wasit Tobias Stieler meminta review Video Assistant Referee (VAR). Kartu merah juga didapat pemain tuan rumah saat Bensebaini diusir wasit pada menit ke-87. (koc)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.