BPJAMSOSTEK Ceger Kumpulkan Perusahaan Tertib dan Perusahaan Bandel

indopos.co.id – BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger mengumpulkan 100 perwakilan perusahaan tertib iuran sekaligus 100 perwakilan perusahaan menunggak iuran program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Teraskita Daffam Hotel Cawang, Jakarta Timur Senin (11/11/2019). Dalam kegiatan tersebut perwakilan perusahaan patuh mendapaktan apresiasi, sementara perwakilan perusahaan bandel mendapatkan pembinaan.

”Pertemuan kami bagi dalam dua sesi. Untuk sesi pertama dilakukan pagi sampai siang untuk perusahaan tertib iuran. Sedangkan siang sampai sore adalah sesi kedua untuk perusahaan menunggak iuran,” ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger Dani Santoso. Turut hadir Kepala Suku Dinas Ketenagakerjaan dan Trasnmigrasi (Kasudin Nakertrans) Jakarta Timur Atok Baroni Hidayat, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III Des Arman,S.H, serta perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur.

Baca Juga :

Dani mengatakan, pihaknya tidak serta merta membiarkan perusahaan-perusahaan peserta yang patuh. Sebaliknya, pihaknya terus membina hubungan baik dengan perusahaan yang sudah tertib tersebut. ”Karena justru di sinilah kuncinya. Dengan menjaga hubungan baik terjalin kedekatan emosional dengan peserta, tahu tugas dan kewajiban masing-masing dengan demikian akan selalu terjaga pulalah kondisi ketertiban dan kepatuhan yang diharapkan,” ujarnya.

Dani mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada para perusahaan yang patuh tersebut. ”Kami sitanya memberikan imbauan saja untuk perusahaan tertib ini agar melakukan pembayaran iuran di bulan berjalan dan melaporkan semua data tenaga kerja serta upah yang sebenarnya,” ungkapnya.

Baca Juga :

HUT ke-42, BPJAMSOSTEK Manjakan Peserta

Menurut Dani, pelaporan upah sebenarnya adalah hak dari pekerja. Karena hal tersebut berkaitan langsung dengan besaran manfaat yang akan diterima peserta. Sedangkan pada sesi II, pihaknya melakukan pembinaan dan penagihan secara masif kepada peserta dengan kategori menunggak iuran. ”Peserta yang menunggak iuran ini sebenarnya sudah kami berikan surat peringatan 1 dan 2. Untuk itulah kami tekankan agar mereka ini beriktikad baik dengan langsung menyelesaikan kewajibannya,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut pihaknya masih memberikan tenggat waktu kepada perusahaan yang menunggak iuran dengan menggunakan surat komitmen bermaterai. Jika tenggat waktu yang disepakati tetap dilanggar, maka terpaksa pihaknya akan menyerahkannya ke penegak hukum, entah itu pihak naker, kejaksaan, bahkan KPKNL.

Baca Juga :

Peserta Ikut Meriahkan HUT BPJAMSOSTEK

”Kami tegaskan kepada para perusahaan ini bahwa menunggak iuran itu melanggar hak pekerja dan akan berakibat fatal. Karena dengan status iuran menunggak akan mengganggu manfaat layanan, padahal yang namanya musibah kecelakaan kerja itu bisa menimpa siap asaja dan tidak pernah terduga kapan datangnya,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi pembinaan dan penagihan kepada perusahan penunggak iuran tersebut dilakukan oleh petugas Wasrik BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger, petugas Sudin Nakertrans Jakarta Timur, Kejari Jakarta Timur, dan KPKNL Jakarta III. Dani mengaku, pihaknya selama ini berkolaborasi dengan baik dengan para institusi penegak hukum tersebut dalam meningkatkan kepatuhan perusahaan.

”Kami memiliki visi dan misi yang sama yaitu untuk melindungi seluruh pekerja. Jika pemberi kerja tetap bermain-main dengan pelanggarannya, kami juga bisa bersikap tegas dan tidak akan main-main menjatuhkan sanksi untuk para pemberi kerja yang suka melanggar,” tegas Dani.

Menurut Dani, pelanggar aturan main program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bisa dikenakan serangkaian sanksi. Mulai sanksi administratisi seperti dicabut hak mendapatkan layanan pulik. Ada pula sanksi penyitaan aset perusahaan oleh KPKNL, hingga sanksi pidana dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.(dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.