Tingkatkan Pelayanan Pengguna Jalan, ATI Teken Kesepakatan

indopos.co.id – Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan. Asosiasi yang terdiri dari 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) itu turut menandatangani nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan para regulator terkait.
Penandatanganan kerjasama itu terkait Pelaksanaan Pengamanan, Pelayanan Bersama dan Penegakan Hukum pada Jalan Tol di Seluruh Indonesia melibatkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, ATI dan Kepolisian Republik Indonesia.
Sekjen ATI Kris Ade Sudiono menjelaskan ada 5 nota kesepakatan yang disebutkan dalam klausul perjanjian, yakni pertukaran data dan informasi, pelaksanaan pengamanan, pelayanan dan penegakan hukum. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta bidang lain yang disepakati.
Menurut Kepala BPJT Danang Parikesit, adanya MoU itu mulanya dipicu oleh komitmen para pihak yang terlibat dalam melakukan penindakan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
“Tapi kemudian kami sepakat, bahwa MoU ini dapat dibawa ke ranah yang lebih luas lagi terutama dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tambahnya di Jakarta, Selasa (12/11/2019).
Danang juga menambahkan, tahun depan sistem penindakan elektronik akan dibuat dan dikembangkan sehingga semua proses terintegrasi, termasuk penindakan elektronik.
“Sistem yang dibuat harus dimulai dari hulu, yaitu di sistem tersebut akan ada registrasi kendaraan. Dengan ini berjalan, maka di hilir kami harapkan penindakan elektronik di jalan tol dapat segera diaplikasikan. Sistem inilah yang harus kita bangun bersama-sama sehingga bisa menjadi besar,” jelas Danang.
Kris Ade menambahkan MoU ini menjadi pemicu para BUJT untuk terus menciptakan jalan tol yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan, terutama mengenai kendaraan ODOL yang selalu menjadi salah satu masalah utama di jalan tol.
“MoU ini menjadi bukti bahwa para pengambil keputusan benar berkomitmen dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman tersebut. Ini merupakan semangat baru bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan,” tutup Kris.
Dia berharap nota kesepahaman dengan stakeholder untuk antisipasi overload jalan tol yang kategorinya juga jalan nasional. “Diharapkan semua kendaraan secara bertahap akan menyesuaikan baik dari oversize maupun load atau beban yang diangkut,” jelas Kris.
Disebutkan, nantinya kebijakan akan dilakukan bertahap di jalan tol dan non tol sehingga semua pengusaha, operator jalan, dan pengguna lain merasakan fungsi jalan sebagaimana mestinya. (vit)
Baca Juga :

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.