Almarhum PPSU Wariskan Santunan BPJAMSOSTEK Rp196 Juta

indopos.co.id – Pengunjung kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019) menyaksikan penyerahan manfaat santunan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan senilai Rp 196.966.708. Santunan diserahkan oleh Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar kepada Suswati, selaku ahli waris petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) almarhum Harlis Sabit.

Semasa hidup Harlis yang merupakan anggota PPSU Kelurahan Bidara Cina terdaftar kepesertaan di Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Rawamangun. Turut hadir Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun Deny Yusulian.

Baca Juga :

”Santunan ini memang tidak bisa menggantikan nyawa almarhum, tapi semoga bermanfaat kepada keluarga tercinta yang ditinggalkan oleh almarhum,” ujar Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar. Di hadapan para pengunjung HBKB, Anwar menyarankan warga Jakarta Timur segera mendaftarkan diri menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

”Karena manfaatnya sangat besar. Kita memang tidak ingin mendapatkan musibah. Tetapi musibah itu selalu datang dan kita tidak tahu kapan datangnya. Untuk itulah pentingnya perlindungan diri,” ungkap Anwar.

Baca Juga :

RS MMC Jakarta Terima Penghargaan BPJamsostek

Sementara itu Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun Deny Yusyulian sangat mengapresiasi Pemprov DKI yang melindungi seluruh petugas PPSU dengan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menggunakan APBD. Deny berharap Pemprov DKI juga segera melindungi hal serupa kepada perangkat pengurus lembaga masyarakat seperti RT, RW, LMK, FKDM, kader jumantik, kader dasa wisma, dsb.

”Karena para petugas PPSU dan pengurus lembaga masyarakat sangat berjasa bagi masyarakat memang sepatutnya mendapatkan hak program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ujar Deny. Menurutnya, di DKI Jakarta sudah banyak kejadian kecelakaan kerja menimpa anggota PPSU yang tertolong dengan program BPJAMSOSTEK.

”Seperti almarhum Harlis Sabit meninggal mendadak ketika bertugas itu termasuk kecelakaan kerja yang dicover oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Sehingga ahli warisnya berhak mendapatkan santunan senilai 48 kali upah yang dilaporkan ke kami,” ujar Deny. Begitu pula jika peserta kecelakaan kerja yang harus ditolong ke RS.

Menurut Deny program, JKK akan menjamin seluruh biaya pemulihan perawatan peserta kecelakaan kerja tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu alias unlimited. Peserta akan terus dibiayai sampai sembuh dan sampai kembali bekerja. ”Itulah kenapa kami tekankan agar semua masyarakat pekerja segera menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan karena memang manfaatnya sangat besar, maka manfaatkanlah program dari negara ini,” cetusnya.

Sementara itu Suswati selaku ahli waris petugas PPSU almarhum Harlis Sabit mengaku sangat sedih kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarga. Namun dia merasa sangat bersyukur dengan santunan yang diwariskan almarhum suaminya. “Saya akan gunakan (santunan) untuk mengurus anak-anak saya. Mungkin saya pakai untuk modal dagang,” ungkapnya. (dni)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.