Kampanye Cagar Budaya melalui Pementasan Teater

indopos.co.id – Dalam mengenalkan dan meningkatkan pemahaman mengenai cagar budaya kepada masyarakat luas serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya.

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman bekerja sama dengan komunitas seni yaitu Institut Teater Cinangka menyuguhkan sebuah kampanye cagar budaya yang dikemas melalui pementasan teater di Taman Ismail Marzuki. Dengan judul “Tutut Ingin Kaya” Sebagai refleksi dari kegelisahan sebuah kondisi negatif serta dorongan untuk memperbaiki hubungan tingkah laku manusia dengan lingkungannya termasuk lingkungan budaya dan cagar budaya.

Baca Juga :

Monolog Beralas Bumi, Beratap Langit

Desse Yussubrasta, Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi dan Dokumentasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan, Sebetulnya konsep teater ini baru kita gagas tahun ini, karena memang enggak mudah kita melakukan sosialisasi undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pertunjukan teater dipilih sebagai media yang diharapkan dapat memberikan nuansa yang berbeda dalam sosialisasi cagar budaya secara massal.

Menurutnya, aturan sosisalisasi sudah sering dilakukan baik itu resmi atau itu langsung melalui pemerintah daerah masyarakat, maupun komunitas-komunitas budaya, namun bagaimana caranya pemerintah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat dengan cara yang lain. Ini yg kita selalu pikiran

bagaimana cara memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam
Memahami dan menghormati peraturan perundang-undangan. Tidak melakukan tindakan perusakan atau pelanggaran nilai-nilai cagar budaya yang berimbas pada rusak, hancur, dan musnahnya cagar budaya. Ucapnya

Baca Juga :

Remake BPA Tetap Menakjubkan

Sebab, menurut Desse, berbicara Cagar Budaya, tentunya orang ada yang paham dan ada yang tidak. padahal Cagar budaya berfungsi sebagai penggugah jiwa untuk tetap mengenang, menghargai, dan belajar dari masa lalu sebagai pemantik semangat membangun negeri di masa kini, di era keterbukaan di mana identitas dan jati diri sebuh bangsa tidak boleh tergerus dengan globalisasi.

Diketahui, Kepingan-kepingan masa lalu yang melekat, keberadaannya memberikan pengaruh di masa kini, membuktikan bahwa peran penting masa lalu mampu menjadi pelajaran yang berharga demi kemakmuran di masa mendatang.

“Semua kembali kepada kita selaku generasi penerus untuk tetap mempertahankannya dengan melindungi dan memanfaatkan cagar budaya dengan kegiatan positif yang mampu membangun dan memperkuat kepribadian bangsa.” tandasnya. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.