Digitalisasi Dokumen Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Lakukan Kajian Teknis

indopos.co.id – Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia kearsipan yang selama ini hanya berkutat pada kertas-kertas kini juga tak ketinggalan telah memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengolah, mengakses, dan penyebaran serta pelestarian arsip.
Bersamaan dengan itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki program besar terkait transformasi menuju pelayanan digital melalui penataan arsip secara modern dan pemanfaatan arsip elektronik. Kementerian ATR/BPN melalui Biro Umum dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan Kajian Teknis Digitalisasi Dokumen Pertanahan di Marc Hotel Passer Baroe, Jakarta, Selasa (26/11).
Baca Juga :
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena ini merupakan suatu kegiatan yang sangat penting pada era sekarang. Dimana Kementerian ATR/BPN sedang dalam masa transformasi menuju era digital. Sehingga inisiasi untuk membuat kajian akan menjadi panduan kita untuk tindakan ke depannya dalam mendigitalisasikan dokumen pertanahan,” ujar Nurhadi Putra selaku Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan saat membuka acara.

 

Lebih lanjut, Nurhadi Putra mengatakan bahwa kondisi kantor pertanahan saat ini masih menyimpan dan mengatur data warkah secara manual. “Ada beberapa kantor pertanahan yang sudah mendigitalisasikan dokumen warkah, tetapi belum semuanya. Oleh karena itu, upaya Kementerian ATR/BPN sesuai arahan pimpinan pada saat Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) adalah membuat road map transformasi dari tahun 2020 hingga 2024,” ungkapnya.
Dalam mengawali road map ini, perlu adanya Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) dan Strandar Operasional Prosedur (SOP) sehingga proses yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik. Di tahun 2019 sudah cukup banyak warkah yang sudah di digitalisasi. Tahun 2020 adalah titik awal bagi Kementerian ATR/BPN untuk menuju era digital dan pada tahun 2024 harapannya adalah semua dokumen sudah dalam bentuk digital dan tidak ada lagi pengelolaan manual.
“Ketika nanti semua dokumen pertanahan sudah berbasis digital, kita harus punya rencana ke depan lagi akan diapakan dokumen ini. Kita harus terus menerus berinovasi agar Kementerian kita ini menjadi instansi maju dan modern,” tambahnya.
Diharapkan, kegiatan Kajian Teknis ini dapat menjadi acuan bagi program besar transformasi digital melalui proses digitalisasi dokumen pertanahan, sehingga transformasi digital yang berdasar ketentuan hukum yang berlaku dan modern dapat terlaksana secara efektif dan efisien. “Saya berharap agar peserta dapat memanfaatkan pertemuan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan. (srv)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.