Pembangunan Underpass Bulak Kapal Terkendala Lahan

indopos.co.id – Pembangunan Underpass Bulak Kapal Bekasi Timur hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, pembangunan itu sudah dicanangkan sejak 2005. Alasannya, karena pemerintah daerah kesulitan melakukan pembebasan lahan.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah sudah menargetkan progres pembangunan Underpass Bulak Kapal Bekasi Timur dibangun pada 2020. Tapi pada kenyataannya, sampai sekarang realisasi pembebasan lahan baru 80 persen.

Baca Juga :

“Jadi tersisa 20 persen lagi untuk memaksimalkan lahan pembangunan underpass dan fly over. Nantinya di lokasi itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas,” kata Luthfi, di Kota Bekasi, Kamis (28/11/2019).

Luthfi mengaku, tahun 2020 pihaknya sudah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Kota Bekasi. Padahal, diakui dia, kebutuhan dana untuk menutupi kekurangan itu sebesar Rp20 miliar.

Dia menambahkan, pada 2014, Pemerintah Kota Bekasi baru bisa menganggarkan Rp55 miliar dari kebutuhan Rp200 miliar untuk pembebasan lahan.

Dalam pembangunan Underpass Bulak Kapal, Pemerintah Kota Bekasi membutuhkan lahan seluas 2 hektare. Adapun terdapat tiga kelurahan yang terdampak. Rinciannya adalah Kelurahan Duren Jaya, Kelurahan Aren Jaya dan Kelurahan Margahayu. (dny)

Baca Juga :

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.