Lindungi Pekerja dari Bahaya Timbal dan Merkuri

indopos.co.id – PT. Prodia Occupational Health Institute International menyelenggarakan Seminar Kesehatan Kerja bertajuk Occupational Health and Industrial Hygiene Monitoring Program. Kegiatan ini dilakukan sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan dan update informasi kesehatan kerja di dunia industri.

dr. Dewi Yunia Fitriani selaku pembicara menyampaikan, motivasi utama dari program K3 adalah untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan. Dewi juga menuturkan, setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja.

Baca Juga :

“Hal ini menimbulkan biaya langsung dan tidak langsung seperti biaya medis, asuransi dan penurunan produktivitas yang dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan,” kata Yunia di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Yunia yang juga staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Komunitas FK Universitas Indonesia menyatakan, bahwa sangat penting untuk mengidentifikasi bahaya potensial dan pemetaan health risk assesment, sehingga dapat diambil prioritas program kesehatan kerja yang akan dilakukan.

Baca Juga :

Sementara itu, Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko yang juga Ketua Prodi Magister Kesehatan Kerja FKUI ini memaparkan, implementasi program kesehatan kerja di perusahaan secara praktis. Dewi menyampaikan, bahwa tujuan utama Industrial Hygiene Program adalah agar pekerja aman dan nyaman.

“Jika pekerja merasa aman dan nyaman tentu dapat bekerja dengan baik dan produktivitas meningkat,” tuturnya.

Dewi juga menyebutkan, untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama yang baik antar semua pihak, mulai dari HSE, medis atau dokter perusahaan, hingga HRD dan departement produksi.

Tak hanya itu, Doktor Mulyana menyampaikan, bahwa pajanan timbal, merkuri, uap pengelasan ditempat kerja akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi manusia. Jadi, kata Mulyana, para pekerja harus diberikan pengawasan kesehatan.

“Perlunya pemeriksaan lingkungan maupun biomonitoring ditempat kerja pada area yang memiliki faktor risiko tinggi,” katanya.

Sementara itu, OHBD Manager dari Prodia OHI dr. Liem mengharapkan, agar perusahaan yang bekerja dibidang tambang maupun idustri agar lebih memperhatikan kesehatan para pekerja di lapangan.

“Harapan kami semoga rekan-rekan di perusahaan akan memiliki wawasan kesehatan kerja dan hygiene industri yang lebih baik,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, program kesehatan kerja yang dibuat dan diimplementasikan di industri akan semakin tepat sasaran sehingga dapat berperan dalan pencegahan kecelakaan dan penyakit penyakit akibat kerja. (bar)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.